Apa yang terjadi dengan elpiji 3 kg di Lumajang menjelang Lebaran tahun ini? Jika dilihat dari angka distribusi, sebenarnya tidak ada masalah. Namun, keluhan masyarakat tentang sulitnya mendapatkan gas melon terus bermunculan. Setelah melakukan inspeksi mendadak ke SPPBE di Desa Selokgondang dan Jalan Lintas Timur, Forkopimda Lumajang bersama Polres menemukan jawabannya: pasokan aman, yang berubah adalah perilaku konsumen.
Bupati Indah Amperawati, yang akrab disapa Bunda Indah, mengungkapkan hasil pengecekan langsung di lapangan bahwa pemerintah pusat justru menambah pasokan gas melon untuk wilayah Lumajang. Namun di sisi lain, ia melihat fenomena unik di mana warga berbondong-bondong membeli elpiji dalam jumlah jauh di atas kebutuhan harian mereka. Kekhawatiran akan tutupnya pengecer saat Lebaran dan ketakutan kehabisan stok menjadi pemicu utama aksi borong ini.
Satu keluarga yang biasanya hanya membutuhkan satu tabung, kini membeli empat hingga lima tabung sekaligus. Akibatnya, warga lain yang hanya memiliki satu tabung dan baru akan membeli ketika stok habis justru kesulitan mendapatkan gas. Inilah yang kemudian menciptakan persepsi kelangkaan, padahal di tingkat agen dan SPPBE, pasokan melimpah dan distribusi berjalan normal setiap hari.
Polres Lumajang pun mengambil langkah antisipatif dengan memperketat pengawasan di tingkat pengecer. Kompol Eko Basuki menegaskan bahwa pihaknya akan melakukan monitoring intensif untuk memastikan tidak ada penyimpangan. Ia juga mengimbau masyarakat untuk kembali ke pola konsumsi normal karena dengan distribusi harian 39 ribu hingga 40 ribu tabung, kebutuhan seluruh warga Lumajang terjamin. Kepanikan hanya akan merugikan sesama, sementara ketenangan justru menjadi kunci kelancaran distribusi.(Avs)

0 Komentar