Di balik barisan tegap personel yang mengikuti Apel Gelar Pasukan Operasi Ketupat Semeru 2026, tersimpan skenario besar yang dirancang matang oleh Polres Nganjuk. Bukan sekadar seremonial tahunan, apel ini adalah momentum untuk memastikan setiap simpul pengamanan berfungsi optimal, dari pos terpadu hingga personel di lapangan.
Arahan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo yang dibacakan dalam apel menjadi pedoman utama. Fokus pengamanan tak hanya di jalan, tetapi juga menyasar 185.607 objek vital di seluruh Indonesia, termasuk tempat wisata, pusat perbelanjaan, dan lokasi salat Idul Fitri. Di Nganjuk, enam pos didirikan di titik-titik krusial seperti Kertosono, Barong, dan Pujahito untuk memastikan pelayanan maksimal.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menekankan pentingnya kesiapsiagaan menghadapi hal tak terduga. Selain kemacetan, potensi bencana alam juga masuk dalam skenario antisipasi. Personel dari BPBD dan Dinas Kesehatan dilibatkan dengan perlengkapan lengkap, termasuk delapan unit ambulans yang tersebar di beberapa titik.
Operasi yang berlangsung 13 hari ini melibatkan 234 personel Polri plus dukungan lintas instansi. Mereka tak hanya berjaga di pos, tapi juga bergerak mobile untuk merespons cepat laporan masyarakat melalui Call Center 110. Dengan persiapan sematang ini, mudik Lebaran 1447 H di Nganjuk diharapkan berjalan tanpa drama berarti, hanya cerita bahagia tentang keluarga yang berkumpul. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar