Pagi itu di Desa Senjayan, sosok berseragam coklat tak hanya sibuk dengan urusan patroli. Aiptu Suyanto, Bhabinkamtibmas setempat, justru terlihat asyik bergelut dengan tanah di pekarangan milik warga. Kehadirannya di RT 002 RW 001 bukan untuk menegur, melainkan untuk mendampingi Sudaryono dan tetangganya yang tengah giat menanam jagung. Ini adalah pemandangan yang kini mulai biasa di Nganjuk, di mana polisi tak hanya menjadi penjaga keamanan, tetapi juga mitra dialog warga tentang hal-hal produktif seperti ketahanan pangan.
Program asistensi ini menjadi bukti nyata bahwa keamanan tidak hanya soal menangkal gangguan, tetapi juga tentang memastikan masyarakat merasa tenang dan didukung dalam usaha produktifnya. Sambil mendampingi proses penanaman, Aiptu Suyanto membuka ruang diskusi, mendengarkan keluhan hingga ide-ide segar dari para petani pemula ini. Ia percaya, dengan berdialog langsung di tengah sawang-sawang, hubungan emosional antara polisi dan warga semakin erat, menciptakan sinergi yang lebih kuat dari sekadar prosedural.
Kapolsek Gondang, AKP Sugino, menegaskan bahwa langkah kecil di ladang jagung ini adalah bagian dari visi besar Polri. Pihaknya ingin menunjukkan bahwa institusi kepolisian hadir dalam setiap aspek kehidupan masyarakat, termasuk dalam mengawal program strategis pemerintah seperti kemandirian pangan. Dukungan moral dan pendampingan langsung dari Bhabinkamtibmas diharapkan mampu memicu semangat warga lain untuk memanfaatkan setiap jengkal lahan kosong. Dengan begitu, ketahanan pangan keluarga dapat terwujud, yang pada akhirnya turut menciptakan stabilitas sosial yang merupakan fondasi utama keamanan. (Avs)

0 Komentar