Di tengah eskalasi konflik global dan ketidakpastian ekonomi dunia, Indonesia justru fokus pada penguatan fondasi sosial dari tingkat paling bawah. Hal ini disampaikan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo saat silaturahmi Ramadhan di Polda Jawa Barat, Rabu (4/3/2026). Ia mengapresiasi program pembangunan dan renovasi rumah tidak layak huni (rutilahu) di Jabar sebagai langkah strategis menjaga stabilitas kamtibmas.
Menurut Sigit, situasi global yang tidak pasti dan meningkatnya eskalasi di Timur Tengah menuntut kebersamaan dan persatuan seluruh elemen bangsa. "Situasi yang sedang kita hadapi dampak global tentunya butuh kebersamaan dan persatuan. Itu adalah kunci utama menjaga agar stabilitas kamtibmas tetap terjaga," ujarnya. Program-program yang menyentuh masyarakat kelas bawah, seperti rutilahu, menjadi perekat sosial yang memperkuat ketahanan nasional.
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Kapolda Irjen Rudi Setiawan, dan Pangdam Siliwangi Mayjen TNI Kosasih disebut Kapolri sebagai contoh pemimpin yang berhasil membangun sinergi untuk kepentingan rakyat. Dengan 168 unit rumah yang ditargetkan, di mana 67 telah selesai dan 101 dalam proses, program ini tidak hanya mengubah wajah permukiman kumuh tetapi juga menciptakan rasa aman dan dihargai di kalangan warga kurang mampu.
Sigit menambahkan, program ketahanan pangan dan energi juga harus terus dikawal sebagai bagian dari upaya menghadapi dinamika global. "Tentunya apa yang menjadi program terkait ketahanan pangan, ketahanan energi juga harus kita kawal. Karena ini bagian dari upaya kita hadapi dinamika global," pungkasnya. Dengan gotong royong dan sinergi lintas sektor, Indonesia siap menghadapi tantangan global sambil terus menyejahterakan rakyatnya. (Avs)

0 Komentar