Di balik sunyinya perbatasan NKRI, terdapat cerita tentang pelayanan tanpa batas. Aipda Raja Faisal Mushawir memilih menjalani peran ganda: penegak hukum sekaligus pelayan kemanusiaan.
Sejak 2017, anggota Polsek Siantan ini secara sukarela mengemudikan mobil jenazah gratis untuk warga di Kepulauan Anambas.
Dari Tugas Negara ke Panggilan Hati
Menjadi polisi adalah tanggung jawab profesi. Namun mengantar jenazah, baginya, adalah panggilan nurani. Ia membantu siapa pun yang membutuhkan, tanpa membedakan agama atau status sosial.
Mobil jenazah yang ia kendarai awalnya merupakan hibah pemerintah daerah, lalu digantikan kendaraan baru melalui Program Kemitraan Bank Riau Kepri pada 2017.
Tantangan di Masa Pandemi
Pandemi COVID-19 menjadi periode paling menantang. Intensitas pelayanan meningkat, risiko kesehatan membayangi, dan akses wilayah kepulauan memperumit proses evakuasi.
Namun ia tetap hadir, bahkan saat harus mengantar jenazah di tengah malam.
Kekuatan Kolaborasi Keluarga
Peran sosial ini tidak lepas dari dukungan sang istri, seorang bidan yang juga aktif melayani masyarakat. Bersama, mereka membantu warga dalam berbagai kondisi darurat.
Kehangatan hubungan dengan warga terlihat saat masyarakat memberikan bantuan ketika keluarga mereka membutuhkan.
Penghargaan atas Pengabdian
Dedikasinya mendapat apresiasi dari jajaran pimpinan Polri dan penghargaan resmi pada 2026.
Di perbatasan NKRI, Aipda Raja Faisal membuktikan bahwa pelayanan publik sejati lahir dari kepedulian.
.jpeg)
0 Komentar