Bulan Ramadan identik dengan suasana religius dan kedamaian, namun tidak bagi segelintir remaja yang nyaris merusaknya dengan rencana tawuran di Jalan Gajah Mada. Patroli Siaga Cipkon Harkamtibmas Polres Mojokerto Kota yang tengah berkeliling memantau situasi dini hari menerima informasi penting dari warga yang melihat gerombolan mencurigakan. Kesigapan warga dalam melapor menjadi bukti nyata bahwa keamanan bukan hanya tanggung jawab aparat, tetapi juga seluruh elemen masyarakat yang peduli terhadap lingkungannya.
Tim patroli yang dipimpin langsung perwira piket segera meluncur ke titik lokasi dan tiba tepat waktu sebelum aksi kekerasan benar-benar terjadi. Di depan Pos Benteng, mereka menemukan dua kelompok remaja yang saling berhadapan dengan tensi tinggi, dipicu oleh aksi saling memotong di jalan raya sebelumnya. Kehadiran seragam polisi di tengah mereka membuat situasi langsung mereda, membuktikan bahwa deterrence effect atau efek gentar masih ampuh mencegah niat buruk di kalangan remaja.
Proses pengamanan berjalan lancar dengan enam orang remaja beserta kendaraannya diamankan ke Mapolres untuk pemeriksaan intensif. Fakta bahwa mereka mengkonsumsi alkohol sebelum aksi menambah daftar panjang problematika remaja yang memerlukan perhatian serius dari berbagai pihak. Polres Mojokerto Kota berkomitmen menangani kasus ini sesuai prosedur tipiring sebagai efek jera sekaligus pembelajaran bagi remaja lain yang berniat serupa. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar