Saat Polisi Jadi Perawat Jalanan: Layanan Kesehatan Mobile Sapa Pemudik di Buffering Zone Ketapang


Matahari terik menyengat barisan truk dan mobil yang mengular di jalur menuju Pelabuhan Ketapang, namun suasana lelah itu sedikit terobati oleh sosok-sosok berseragam yang justru tidak sedang mengatur lalu lintas. Mereka adalah tim kesehatan dari Polda Jawa Timur yang dengan sigap menyusuri setiap kendaraan, menawarkan layanan cek tensi dan obat gratis. Inilah wajah lain dari Operasi Ketapang Semeru 2026 yang tak hanya fokus pada pengamanan arus mudik, tetapi juga menyentuh aspek kemanusiaan melalui layanan kesehatan mobile. Di tengah penutupan sementara jalur penyeberangan karena Hari Raya Nyepi, kehadiran petugas medis ini menjadi pelipur lara bagi ribuan pemudik yang harus rela menanti berjam-jam.

Juru bicara Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, menyampaikan bahwa layanan mobile ini merupakan langkah antisipatif terhadap potensi gangguan kesehatan akibat kepadatan dan penantian panjang. Dengan dibangunnya Buffering Zone di beberapa titik strategis hingga Situbondo, pihak kepolisian memastikan bahwa pemudik yang terjebak antrean tetap mendapatkan akses kesehatan yang memadai. Petugas dari Satuan Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) Polres jajaran Polda Jatim pun diterjunkan untuk berkeliling mendatangi para pengemudi dan keluarganya. Mereka membawa tas-tas berisi obat-obatan darurat dan alat pemeriksaan kesehatan, siap sedia memberikan pertolongan pertama tanpa harus menunggu pasien datang ke posko.

Kombes Pol Iwan Saktiadi selaku Dirlantas Polda Jatim menegaskan bahwa program ini adalah manifestasi dari komitmen "Mudik Aman Keluarga Bahagia". Menurutnya, mengamankan lalu lintas tidak hanya berarti membuka dan menutup jalur, tetapi juga memastikan setiap pengemudi dalam kondisi prima saat mengemudikan kendaraannya. Layanan kesehatan gratis ini menjadi filter penting untuk mencegah kelelahan ekstrem yang bisa memicu kecelakaan. Sembari memeriksa kesehatan, para petugas juga menyelipkan edukasi tentang pentingnya istirahat cukup, mengatur pola makan, dan mengenali batas kemampuan fisik saat berada di perjalanan. Langkah preventif ini dinilai lebih efektif dibandingkan sekadar menindak pelanggaran.

Antok (48), seorang pengemudi truk sembako asal Blora, tak kuasa menyembunyikan rasa syukurnya. Setelah sempat merasakan pusing dan tensi darah rendah akibat kelelahan menunggu sejak Kamis sore di Buffering Zone Baluran, Situbondo, ia langsung mendapat pertolongan dari petugas yang lewat. Ia mendapatkan obat gratis dan nasihat untuk segera beristirahat. "Saya sangat berterima kasih, ini sangat membantu apalagi saya bawa barang kebutuhan pokok," ungkap Antok. Kisah ini menjadi bukti bahwa inovasi pelayanan publik yang dilakukan oleh Polda Jatim selama Operasi Ketapang Semeru 2026 mampu menjangkau kebutuhan mendasar para pemudik, memberikan kenyamanan lebih dari sekadar rasa aman di jalan.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar