Skor 770 dan Mimpi di Akpol: 400 Peserta Lolos ke Babak Final Seleksi SMA KTB


Angka 770 menjadi salah satu pencapaian tertinggi yang membawa para peserta terbaik nasional melangkah ke Akademi Kepolisian Semarang. Sebanyak 400 siswa dari berbagai provinsi kini bersiap mengikuti Seleksi Terpusat SMA Kemala Taruna Bhayangkara yang digelar mulai 31 Maret 2026, setelah berhasil melewati Nusantara Standard Test Tahap II dengan skor yang melesat jauh di atas rata-rata nasional. Kehadiran mereka di Akpol bukan hanya tentang membawa hasil terbaik, tetapi juga tentang membuktikan bahwa melalui seleksi yang transparan dan berbasis data, potensi terbaik bangsa dapat ditemukan dari mana saja. Babak final ini menjadi penentu siapa yang nantinya akan berhak menempati 180 kursi bergengsi di angkatan kedua SMA KTB.

Proses seleksi yang ketat telah dimulai sejak tahap awal, di mana dari 3.000 peserta yang lolos NST Tahap I, sebanyak 2.644 siswa melanjutkan ke tahap II dengan antusiasme tinggi. Partisipasi yang mencapai 88,13 persen dari seluruh provinsi ini menunjukkan bahwa pendidikan berbasis karakter dan kepemimpinan semakin diminati. Dalam NST Tahap II, kompetensi diuji melalui Matematika dan IPA berbahasa Inggris serta kemampuan Bahasa Inggris, dengan metode penilaian Item Response Theory yang mampu mengukur kemampuan peserta secara objektif dan adaptif. Hasilnya, skor 400 peserta teratas berada pada rentang 630 hingga 770, sementara rata-rata nasional hanya 580. Bahkan, hanya 15,1 persen peserta yang berhasil masuk kategori baik hingga luar biasa berdasarkan skala prediktif International Baccalaureate.

Brigjen Pol. Trunoyudo Wisnu Andiko, Karo Penmas Divhumas Polri, menegaskan bahwa sistem yang diterapkan dalam SPMB ini mencerminkan komitmen Polri untuk terus menghadirkan seleksi yang adil dan akuntabel. Ia menyebut bahwa kehadiran peserta dari 28 provinsi, dengan komposisi 251 laki-laki dan 149 perempuan, menunjukkan proses yang inklusif. Data asal sekolah juga menarik, dengan 44 persen berasal dari SMP negeri, 42,5 persen dari swasta kurikulum nasional, dan 13,5 persen dari swasta kurikulum internasional. Hal ini membuktikan bahwa keberhasilan bukan ditentukan oleh label sekolah, melainkan oleh kesiapan akademik dan daya saing individu yang terukur secara objektif. Sepuluh provinsi dengan jumlah peserta terbanyak didominasi oleh Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Tengah, menunjukkan persebaran bakat yang merata.

Di kampus Akpol Semarang, para peserta akan menjalani serangkaian seleksi akhir yang jauh lebih komprehensif. Mulai dari tes akademik lanjutan, IELTS prediction test, pemeriksaan kesehatan, tes psikologi dan penelusuran mental kepribadian, uji kesamaptaan jasmani, Leaderless Group Discussion, hingga wawancara orang tua dan siswa. Setiap tahap dirancang untuk menilai secara utuh potensi calon siswa, memastikan bahwa mereka tidak hanya unggul dalam akademik, tetapi juga memiliki karakter disiplin, kepemimpinan, dan kesiapan mental. Dari total 400 peserta, nantinya akan dipilih sekitar 180 siswa terbaik yang akan mengenyam pendidikan berasrama di SMA Kemala Taruna Bhayangkara angkatan kedua, sebuah lembaga yang diproyeksikan mencetak generasi muda siap bersaing di tingkat global.

Melalui momentum ini, Polri kembali menegaskan perannya dalam pembangunan sumber daya manusia unggul sebagai bagian dari Transformasi Polri Presisi. Seleksi yang transparan dan kredibel ini tidak hanya menjadi ajang penjaringan bibit unggul, tetapi juga memberikan kepastian informasi kepada masyarakat. Brigjen Pol. Trunoyudo menambahkan bahwa seluruh proses dilaksanakan dengan standar yang sama, sehingga setiap peserta mendapatkan hak yang setara. Dengan terpilihnya 180 calon siswa terbaik nanti, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya cerdas, tetapi juga memiliki integritas dan jiwa kepemimpinan yang kuat, siap menjadi ujung tombak kemajuan bangsa di masa depan. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar