200 Personel Polres Nganjuk Jalani Tes Treadmill hingga Rontgen, Ini Tujuannya


Senin (20/4/2026) menjadi hari yang melelahkan sekaligus menyegarkan bagi 200 personel Polres Nganjuk. Mereka tidak sedang mengejar penjahat atau mengatur lalu lintas, tetapi menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan total yang dirancang berdasarkan kelompok umur. Mulai dari tes darah, urine, cek mata, tinggi badan, berat badan, kadar lemak, hingga treadmill dan rontgen, semua dilakukan dalam satu hari dengan jadwal yang teratur. Kegiatan kerja sama dengan Biddokkes Polda Jatim ini bukan sekadar formalitas, tetapi deteksi dini terhadap penyakit menular, gangguan fisik, bahkan indikasi penyalahgunaan narkoba yang dapat mengganggu kinerja di lapangan.

Dari perspektif seorang dokter yang memimpin tim pemeriksaan, pembagian berdasarkan kelompok umur intensif 1 dan 2 adalah langkah cerdas. Personel muda cenderung membutuhkan fokus pada kebugaran fisik dan deteksi dini penyakit metabolik, sementara personel senior lebih rawan terhadap penyakit degeneratif seperti hipertensi dan masalah sendi. Dengan pendekatan yang disesuaikan, pemeriksaan menjadi lebih efisien dan hasilnya lebih relevan. Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menjelaskan bahwa tujuan akhirnya bukan sekadar mengetahui angka-angka di kertas, tetapi agar setiap anggota bisa segera mengambil langkah perbaikan jika ditemukan kelainan. "Kami tidak ingin anggota kami jatuh sakit di tengah tugas karena kelalaian deteksi dini," ujarnya.

Salah satu bagian yang paling menarik perhatian adalah tes treadmill, yang mengukur ketahanan kardiovaskular para personel. Dalam dunia kepolisian yang sering membutuhkan respons cepat dan fisik yang prima, kemampuan jantung dan paru-paru adalah aset utama. Personel yang tidak lolos standar treadmill akan direkomendasikan untuk program latihan fisik intensif selama tiga bulan. Selain itu, pemeriksaan kejiwaan (keswa) juga dilakukan untuk memastikan tidak ada personel yang mengalami burnout atau depresi akibat tekanan pekerjaan. Ini adalah pengakuan bahwa polisi juga manusia yang bisa lelah secara mental, dan mereka berhak mendapatkan bantuan.

Dengan selesainya pemeriksaan terhadap 200 personel tanpa mengganggu pelayanan publik, Polres Nganjuk mencatatkan diri sebagai institusi yang serius dalam menjaga kualitas sumber daya manusianya. Para anggota yang mengikuti tes dari pagi hingga sore tampak lelah tetapi puas, karena mereka kini tahu persis kondisi tubuh mereka. Bagi yang hasilnya normal, ini adalah validasi bahwa gaya hidup mereka sehat. Bagi yang ditemukan masalah, ini adalah kesempatan emas untuk memulihkan diri sebelum terlambat. Polres Nganjuk membuktikan bahwa pelayanan masyarakat yang prima hanya bisa diberikan oleh polisi yang prima, dan polisi yang prima dimulai dari pemeriksaan kesehatan total yang tidak setengah-setengah.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar