Bukan Tilang yang Dibawa, tapi Sapaan: Strategi Baru Satlantas Nganjuk Berantas Parkir Liar di Bahu Tol


Senin (6/4/2026) menjadi saksi perubahan gaya Satlantas Polres Nganjuk dalam menertibkan lalu lintas. Lewat program "Polantas Menyapa", mereka meninggalkan buku tilang dan membawa pendekatan komunikatif ke kawasan exit tol Nganjuk. Target operasi: memberantas kebiasaan parkir di bahu jalan yang kerap diabaikan pengemudi.

Mengapa bahu jalan dilarang untuk parkir? Petugas Unit Patroli menjelaskan secara gamblang: pertama, risiko kecelakaan tabrak belakang sangat tinggi. Kedua, kendaraan yang berhenti lama rawan menjadi target kejahatan jalanan. Ketiga, bahu jalan adalah jalur evakuasi untuk kendaraan darurat. Dengan tiga alasan ini, Satlantas berharap masyarakat mengerti tanpa harus merasa dipaksa.

Kasat Lantas AKP Ivan Danara Oktavian menambahkan bahwa pendekatan humanis adalah kunci keberhasilan. "Kami menyapa, kami berbincang, kami mengedukasi. Masyarakat jadi lebih mudah menerima pesan keselamatan," ungkapnya. Selama sosialisasi, petugas juga membuka sesi tanya jawab, menjawab keraguan pengemudi tentang aturan lalu lintas.

Kegiatan berakhir dengan senyuman dari kedua belah pihak. Satlantas Nganjuk percaya, dengan strategi seperti ini, kesadaran berlalu lintas tidak perlu dipaksakan, melainkan tumbuh dari pemahaman. Exit tol yang aman dan tertib bukan lagi mimpi, melainkan target yang mulai terlihat nyata. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar