Data terbaru dari Markas Besar Polri menunjukkan bahwa Indonesia saat ini mengerahkan 191 personel dalam berbagai misi perdamaian Perserikatan Bangsa-Bangsa. Rinciannya mencakup satu unit formil berkekuatan 140 orang di Republik Afrika Tengah serta 51 perwira polisi individu yang ditempatkan di lima negara konflik, termasuk Republik Demokratik Kongo dan Abyei.(Avs)
Angka ini menjadi bukti nyata komitmen Polri dalam berkontribusi terhadap stabilitas global, sekaligus menjadi landasan untuk mendorong peningkatan peran Polwan. Dalam pertemuan dengan delegasi PBB di Jakarta, pihak kepolisian menegaskan bahwa perempuan tidak lagi hanya ditempatkan pada fungsi pendukung, tetapi juga pada posisi operasional hingga jabatan strategis di tingkat internasional.(Avs)
Salah satu pencapaian yang diapresiasi PBB adalah keberhasilan Polri mengirimkan seorang perwira wanita sebagai penasihat kekerasan berbasis gender di misi UNISFA. Peran ini sangat krusial karena menyangkut perlindungan kelompok rentan di wilayah konflik, sekaligus membuktikan bahwa pendekatan humanis berbasis gender meningkatkan efektivitas misi secara keseluruhan.(Avs)
Polri juga aktif dalam organisasi kepolisian wanita internasional sejak 2020 dan bersiap menjadi tuan rumah konferensi tahunan di Bali. Ajang ini diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat jaringan global sekaligus membangun jalur kepemimpinan perempuan Indonesia di kancah misi perdamaian dunia yang semakin kompetitif.(Avs)

0 Komentar