Di balik gemerlap panggung hiburan dan pasar malam di Alun-alun Kraksaan pada Minggu (19/4/26), ada satu stan yang tidak menjual makanan atau mainan, melainkan membagikan ilmu bertahan hidup di jalan raya. Stan tersebut adalah pos edukasi safety riding dari Satlantas Polres Probolinggo yang dengan cerdik menyelipkan diri di tengah perayaan Hari Jadi Kabupaten Probolinggo (Harjakapro) ke-280. Tidak ada tilang, tidak ada denda—hanya para personel sabar yang menjelaskan mengapa berkendara dengan surat lengkap dan helm SNI bisa menjadi pembeda antara pulang ke rumah atau berakhir di rumah sakit.
Dari perspektif pengunjung umum yang datang bersama keluarga, kegiatan ini terasa seperti layanan masyarakat yang jarang mereka temui. Seorang ibu yang mengajak anak remajanya yang baru memiliki SIM mengaku lega karena sang anak bisa bertanya langsung kepada polisi tentang aturan-aturan yang membingungkan. Komunitas cosplay yang hadir pun ikut mendengarkan saat AKP Safiq Jundhira Z menjelaskan bahwa knalpot brong tidak hanya mengganggu ketentraman, tetapi juga merusak pendengaran jangka panjang. Para orang tua yang tadinya hanya datang untuk bersenang-senang, pulang dengan membawa pesan yang akan mereka sampaikan kepada seluruh anggota keluarga.
AKP Safiq dalam kesempatan itu tidak hanya berbicara tentang larangan, tetapi juga mengajak semua pihak untuk mengisi euforia Harjakapro dengan kegiatan positif yang tidak membahayakan. Ia mengingatkan bahwa konvoi yang tidak terkendali sering kali berakhir dengan kecelakaan beruntun, dan itu adalah harga yang terlalu mahal untuk sebuah perayaan. Lebih dari sekadar aturan, ia menekankan bahwa keselamatan adalah tanggung jawab moral setiap individu terhadap keluarganya yang menunggu di rumah. Para remaja yang hadir terlihat mengangguk paham, terutama ketika diberikan contoh-contoh nyata dari kejadian di wilayah sekitar.
Saat matahari sore mulai meredup dan acara kopdar usai, yang tertinggal bukanlah catatan pelanggaran, melainkan janji-janji kecil dari para pengendara untuk mulai memakai helm dengan benar. Polres Probolinggo melalui metode ini berhasil mengubah momen seremonial menjadi investasi jangka panjang bagi keselamatan bersama. Jika setiap perayaan daerah bisa diisi dengan edukasi seperti ini, maka angka kecelakaan lalu lintas di Kabupaten Probolinggo perlahan akan menurun, satu kesadaran demi satu kesadaran.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar