Sebanyak 257 warga Nganjuk mendaftarkan diri dalam penerimaan anggota Polri TA 2026, dengan komposisi 201 pria dan 56 wanita, dan 226 di antaranya lolos verifikasi administrasi pada Rabu (1/4/2026). Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan langsung mengambil langkah tegas dengan menggelar penandatanganan Pakta Integritas oleh seluruh panitia seleksi, sebagai jaminan bahwa proses rekrutmen akan berlangsung transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik KKN. Kegiatan ini menjadi penting karena tingginya animo masyarakat kerap dimanfaatkan oleh oknum tidak bertanggung jawab yang menjanjikan kelulusan dengan imbalan tertentu. Kapolres menegaskan bahwa kepercayaan publik yang meningkat harus dijawab dengan proses seleksi yang bersih dan humanis.
Pakta Integritas yang dibacakan ketua panitia, AKP Trubus selaku Kasubbag Dalpers, memuat komitmen untuk menjaga profesionalitas, menjunjung tinggi HAM, serta tidak menyalahgunakan wewenang di setiap tahapan seleksi. Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa prinsip BETAH (Bersih, Transparan, Akuntabel, dan Humanis) menjadi fondasi utama dalam menjaring calon anggota Polri yang berkualitas. Data menunjukkan formasi Bintara PTU SPKT menjadi primadona dengan 205 pendaftar, disusul Tamtama Brimob sebanyak 25 orang. Sementara itu, beberapa formasi Bakomsus masih minim peminat bahkan nihil pendaftar, menjadi tantangan tersendiri bagi panitia.
Kabag SDM Polres Nganjuk Kompol Burhanudin, S.Sos., menjelaskan bahwa proses verifikasi administrasi dilakukan secara ketat dan objektif sesuai ketentuan yang berlaku tanpa pandang bulu. Ia mengungkapkan bahwa panitia seleksi berkomitmen untuk mengedepankan transparansi di setiap tahapan, mulai dari administrasi hingga ujian akhir. Peserta diimbau untuk percaya pada kemampuan diri sendiri dan tidak mudah tergiur oleh tawaran oknum yang menjanjikan kelulusan, karena semua keputusan berdasarkan hasil ujian yang terukur. Panitia juga membuka jalur pengaduan bagi masyarakat yang menemukan indikasi pelanggaran dalam proses rekrutmen.
Dengan ditandatanganinya Pakta Integritas ini, Polres Nganjuk berharap proses penerimaan anggota Polri TA 2026 dapat berjalan jujur, adil, dan menghasilkan generasi Polri yang unggul serta berintegritas. Langkah ini menjadi benteng terakhir untuk mencegah praktik KKN yang selama ini kerap menjadi sorotan publik dalam rekrutmen aparat penegak hukum. Masyarakat pun diharapkan ikut mengawal jalannya seleksi demi terciptanya calon anggota Polri yang benar-benar berkualitas dan siap menjaga keamanan serta ketertiban masyarakat di Kabupaten Nganjuk.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar