Di Desa Ngadirejo, Nganjuk, seorang Bhabinkamtibmas perempuan bernama BRIGPOL Risky Munfarida dari Polsek Warujayeng menunjukkan bahwa ketahanan pangan bisa dimulai dari hal sederhana: menanam pepaya di pekarangan rumah. Pada Selasa (28/4/2026), ia melakukan pemantauan program Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) untuk memastikan tanaman pepaya milik warga binaannya tumbuh subur dan siap dimanfaatkan sebagai sumber vitamin keluarga. Pemantauan ini adalah bagian dari komitmen Polri untuk mendukung program ketahanan pangan nasional dengan pendekatan yang humanis dan langsung menyentuh akar rumput. Pepaya dipilih karena selain mudah ditanam, buahnya kaya akan vitamin C dan serat yang baik untuk daya tahan tubuh keluarga.
AKBP Suria Miftah Irawan, S.H., S.I.K., M.I.K., Kapolres Nganjuk, menjelaskan bahwa keterlibatan Bhabinkamtibmas dalam pendampingan pertanian pekarangan adalah bentuk dukungan Polri agar setiap potensi lahan yang ada dapat dimanfaatkan secara maksimal untuk menghasilkan sumber pangan bergizi dan berkelanjutan. Menurutnya, program seperti ini sangat strategis karena tidak membutuhkan biaya besar atau teknologi canggih; cukup dengan bibit unggul, perawatan rutin, dan semangat yang dipupuk oleh kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah warga. Tanaman pepaya memiliki keunggulan masa panen yang berkelanjutan, sehingga begitu berbuah, keluarga bisa memanen berkali-kali tanpa perlu menanam ulang dari awal.
Saat turun ke lokasi, BRIGPOL Risky Munfarida tidak hanya memeriksa daun dan buah pepaya, tetapi juga mengajak warga berdiskusi tentang pengalaman mereka dalam merawat pohon sejak dari bibit hingga berbuah. Ia mendengar keluhan tentang hama yang menyerang batang serta tanah yang kurang subur, lalu memberikan tips praktis seperti menggunakan pupuk kandang dan pestisida alami dari ekstrak daun mimba. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi, S.H., menambahkan bahwa pihaknya akan terus mendorong anggota Bhabinkamtibmas untuk aktif mengedukasi dan mendampingi masyarakat agar lahan pekarangan yang ada tidak dibiarkan kosong. Menurutnya, setiap meter persegi tanah yang produktif adalah investasi untuk masa depan pangan keluarga.
Harapan besar dari kegiatan ini adalah masyarakat Desa Ngadirejo semakin sadar bahwa ketahanan pangan nasional tidak harus dimulai dari sawah luas, tetapi bisa dari halaman rumah yang ditanami pepaya atau tanaman produktif lainnya. Polsek Warujayeng berjanji akan terus memantau perkembangan program P2B ini dan mereplikasinya ke desa-desa lain di wilayah hukumnya. Jika setiap rumah di Nganjuk memiliki kebun pekarangan yang produktif, maka ketergantungan pada pasar akan berkurang dan kesejahteraan keluarga akan meningkat. Inilah wujud nyata Polri yang dekat, peduli, dan solutif bagi masyarakat.(Avs)

0 Komentar