Brigpol Gathut dan Manusia Lanjut Usia: Kisah Harum dari Loket SIM Nganjuk


Di balik meja pendaftaran SIM Polres Nganjuk, ada cerita yang jarang terdengar. Senin (18/5/2026), Brigpol Gathut menjadi pusat perhatian bukan karena tegasnya, melainkan karena keramahannya. Ia adalah petugas yang ditunjuk khusus mendampingi para manula pemohon SIM melalui program Polantas Menyapa. Mulai dari membantu menuliskan data diri, menjelaskan tahapan tes, hingga menemani ke lokasi foto dan sidik jari, semuanya dilakukan dengan sabar dan penuh senyuman.(Avs)

AKP Ivan Danara Oktavian, Kasat Lantas Polres Nganjuk, menjelaskan bahwa program ini lahir dari pengamatan bahwa banyak manula yang datang sendiri ke Satpas tanpa pendamping keluarga. "Mereka kadang tidak paham alur atau gugup saat tes. Kami ingin menghilangkan rasa canggung itu," ujarnya. Setelah administrasi selesai, Brigpol Gathut juga menyisipkan edukasi keselamatan berkendara versi lansia: hindari rute macet, jangan mengemudi saat mengantuk, dan selalu pakai helm atau sabuk pengaman meski hanya perjalanan dekat.(Avs)

Para manula yang datang tampak sangat terbantu. Seorang kakek berusia 68 tahun mengaku awalnya takut karena merasa prosesnya rumit. Namun setelah didampingi Brigpol Gathut, semua terasa mudah. "Saya jadi paham mana yang harus diisi dan mana yang tidak. Petugasnya juga ramah sekali," katanya. Pendampingan ini tidak hanya mempercepat proses, tetapi juga memberi rasa aman bagi manula yang mungkin kurang percaya diri karena keterbatasan fisik atau penglihatan.(Avs)

Melalui Polantas Menyapa, Satlantas Polres Nganjuk menunjukkan bahwa pelayanan publik yang baik adalah yang mampu menjangkau semua usia. Manula bukan kelompok yang harus dipinggirkan, justru mereka berhak mendapat perhatian lebih. Brigpol Gathut dan jajarannya siap terus hadir. Dari loket SIM di Nganjuk, sebuah pesan tersebar: menjadi tua bukan berarti dilupakan oleh negara, setidaknya oleh polisi yang melayani dengan hati.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar