Selama puluhan tahun, masyarakat Indonesia seolah terpaku pada beras sebagai satu-satunya sumber karbohidrat. Padahal, negeri ini kaya akan pangan alternatif yang tak kalah bergizi, salah satunya talas. AIPDA Pujiono, Bhabinkamtibmas Desa Demangan, Polsek Warujayeng, Nganjuk, mengajak warganya untuk mulai melirik umbi-umbian ini sebagai bagian dari ketahanan pangan keluarga. Pada Senin (25/5/2026), ia melakukan pemantauan terhadap lahan Pekarangan Pangan Bergizi (P2B) warga binaannya yang kini hijau oleh tanaman talas. Langkah ini merupakan bentuk diversifikasi pangan yang didorong Polri dari tingkat akar rumput.
Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menilai bahwa talas adalah tanaman yang sangat cocok untuk pekarangan rumah. Perawatannya relatif mudah, tidak memerlukan pupuk kimia dalam jumlah besar, dan bisa dipanen dalam waktu 6-8 bulan. "Polri melalui Bhabinkamtibmas terus mendorong masyarakat agar memanfaatkan pekarangan rumah untuk tanaman produktif yang dapat menunjang kebutuhan pangan keluarga secara mandiri," ujar AKBP Suria. Selain sebagai sumber karbohidrat, talas juga bisa diolah menjadi berbagai produk bernilai jual seperti keripik, brownies, hingga tepung talas yang menjadi alternatif terigu.
Dalam kunjungannya, AIPDA Pujiono tidak hanya memantau pertumbuhan tanaman, tetapi juga memberikan edukasi tentang berbagai cara mengolah talas. Ia mengajarkan warga bahwa talas tidak hanya bisa direbus atau digoreng, tetapi juga bisa dijadikan bubur, kolak, bahkan campuran sayur. Ia juga mendorong warga untuk tidak menyisakan bagian tanaman yang tidak terpakai; daun talas pun bisa diolah menjadi sayur atau pembungkus makanan. Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi menambahkan bahwa kegiatan ini akan terus didorong dan dievaluasi secara berkala. "Kami akan terus menggerakkan anggota untuk aktif mendampingi masyarakat dalam mendukung ketahanan pangan berbasis pekarangan," tegasnya.
Kegiatan pemanfaatan pekarangan dengan talas ini diharapkan menjadi gerakan yang menular ke desa-desa lain. Jika setiap keluarga memiliki setidaknya beberapa rumpun talas di pekarangannya, maka ketika terjadi gejolak harga beras, mereka tidak akan panik. "Kami berharap masyarakat semakin kreatif memanfaatkan lahan yang ada dengan berbagai tanaman pangan alternatif sehingga ketahanan pangan keluarga dapat semakin kuat dan berkelanjutan," pungkas Kapolsek. Di Demangan, talas perlahan menggeser dominasi beras, satu pekarangan pada satu waktu.(Avs)

0 Komentar