SURABAYA- Ketika sebagian besar institusi masih sibuk beradaptasi dengan teknologi digital, Polda Jawa Timur justru melompat lebih jauh dengan menggelar KREAFEST 2026, sebuah kompetisi video berbasis kecerdasan buatan yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Bhayangkara ke-80, sekaligus mengirimkan sinyal kuat bahwa kepolisian Indonesia siap merangkul masa depan yang penuh dengan disrupsi teknologi. Pada Kamis (25/6/2026), di Gedung Bidhumas Polda Jatim, Kapolda Jatim Irjen Pol Nanang Avianto secara resmi mengumumkan para pemenang lomba yang bertemakan "AI for Public Safety", sebuah tema yang dipilih bukan tanpa alasan melainkan karena kesadaran bahwa kecerdasan buatan memiliki potensi luar biasa untuk merevolusi cara kita menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Dengan semangat inovasi yang membara, Polda Jatim membuktikan bahwa institusi kepolisian tidak ketinggalan zaman, melainkan justru menjadi pelopor dalam memanfaatkan perkembangan teknologi untuk kepentingan publik.
SURABAYA- Irjen Pol Nanang Avianto menekankan bahwa teknologi digital dan AI adalah pisau bermata dua, di satu sisi ia membawa kemudahan dan efisiensi, namun di sisi lain ia juga membuka celah bagi kejahatan siber, provokasi, penyebaran hoaks, dan konten negatif yang dapat mengancam keutuhan bangsa. Karena itu, pemanfaatan AI harus diarahkan pada hal-hal yang baik, yang mampu menghadirkan edukasi, inspirasi, dan manfaat nyata bagi masyarakat, bukan justru memperparah masalah yang sudah ada. Melalui KREAFEST 2026, Polda Jatim memberikan ruang kreatif bagi generasi muda, yang dinilai memiliki kemampuan luar biasa dalam menguasai teknologi digital, untuk berkontribusi aktif dalam menciptakan ekosistem digital yang sehat dan berdaya guna bagi keamanan publik. Kapolda Jatim bahkan menyebut kegiatan ini sebagai terobosan pertama di lingkungan kepolisian daerah, sebuah langkah progresif yang patut diapresiasi dan ditiru oleh institusi lain di seluruh Indonesia.
SURABAYA- Kabid Humas Polda Jatim, Kombes Pol Jules Abraham Abast, sebagai Ketua Panitia KREAFEST 2026, memaparkan bahwa kompetisi ini diikuti oleh 293 peserta dengan total 286 karya yang dikirimkan, yang terbagi dalam dua kategori utama yaitu pelajar dan mahasiswa dengan 109 peserta, serta kategori umum dengan 177 peserta, menunjukkan antusiasme dan kepedulian masyarakat yang sangat tinggi terhadap isu keamanan publik di ruang digital. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi antara kreator konten, komunitas kreatif, akademisi, media, dan berbagai elemen masyarakat menjadi kunci utama dalam membangun ruang digital yang lebih ramah dan aman, di mana setiap orang memiliki peran untuk mengedukasi dan melindungi sesama pengguna internet. Tema AI for Public Safety dipilih untuk mendorong para peserta agar tidak hanya berkarya secara estetis, tetapi juga menciptakan konten yang mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap berbagai persoalan dunia maya, seperti hoaks, cyberbullying, perundungan, hingga kekerasan seksual yang semakin marak terjadi.
SURABAYA- Di penghujung acara, Kapolda Jatim mengingatkan bahwa transformasi digital yang berlangsung saat ini harus diimbangi dengan kewaspadaan kolektif, karena ancaman di ruang siber bisa datang dari mana saja dan kapan saja tanpa kita sadari. Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menggelorakan semangat Jogo Jatim, sebuah komitmen bersama untuk menjaga keamanan dan ketertiban di wilayah Jawa Timur, baik di dunia nyata maupun di dunia maya. Dengan karya-karya kreatif berbasis AI yang mengedukasi dan menginspirasi, Polri optimis dapat meredam potensi gangguan kamtibmas di ruang digital, menangkal hoaks, serta memperkuat persatuan dan kesatuan bangsa menuju Indonesia Emas 2045. KREAFEST 2026 bukanlah sekadar kompetisi tahunan, tetapi sebuah momentum penting yang akan terus dikenang sebagai awal dari perjalanan panjang Polri dalam memanfaatkan kecerdasan buatan untuk melindungi masyarakat dari berbagai ancaman di era digital.(Avs)

0 Komentar