Bawang Merah Butuh Air, AIPTU Sarwadi Pantau Irigasi dan Tanaman di Gampeng


Nganjuk- Di balik merahnya umbi bawang yang kelak akan dipanen, ada aliran air yang tak pernah berhenti menjadi denyut kehidupan bagi lahan pertanian Dusun Putuk Etan, Desa Gampeng. Kamis (18/6/2026), AIPTU Sarwadi dari Polsek Ngluyu turun langsung ke lokasi untuk memastikan bahwa kedua elemen ini—tanaman bawang merah dan sistem irigasi—berjalan harmonis, sebuah langkah nyata Polri dalam mengawal ketahanan pangan nasional dari tingkat desa dengan pendekatan yang holistik dan terintegrasi.

AIPTU Sarwadi yang berperan sebagai penggerak ketahanan pangan tidak hanya memeriksa pertumbuhan bawang merah dari dekat, tetapi juga menelusuri saluran irigasi yang mengaliri area pertanian, memastikan bahwa air yang dibutuhkan oleh tanaman hortikultura yang sensitif ini tersedia dalam jumlah yang cukup dan merata. Ia menyadari bahwa bawang merah adalah komoditas yang membutuhkan perawatan intensif dan pasokan air yang stabil, sehingga gangguan sekecil apapun pada irigasi bisa berakibat fatal pada hasil produksi dan pendapatan petani.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyampaikan bahwa keterlibatan Polri dalam pemantauan pertanian seperti ini adalah bentuk pengabdian yang tidak bisa ditawar, karena sektor pertanian adalah fondasi utama ketahanan pangan dan kesejahteraan rakyat. Beliau menekankan bahwa anggota kepolisian di lapangan, seperti AIPTU Sarwadi, memiliki peran strategis dalam mendampingi petani dan memastikan bahwa semua faktor pendukung, termasuk irigasi, berfungsi dengan baik untuk menjaga produktivitas lahan.

Selama sesi pemantauan, AIPTU Sarwadi berdialog dengan para petani tentang berbagai kendala yang mereka hadapi, mulai dari jadwal pengairan yang tidak menentu hingga kondisi saluran irigasi yang mulai tertimbun lumpur. Dari diskusi tersebut, lahir kesepakatan untuk melakukan kerja bakti pembersihan saluran secara berkala dan mengatur jadwal giliran air yang lebih adil, sehingga semua petani mendapatkan hak yang sama tanpa ada yang dirugikan.

AKP Sukamto, Kapolsek Ngluyu, menambahkan bahwa pendampingan seperti ini akan terus dilakukan secara rutin, karena tanpa pengawasan yang konsisten, masalah irigasi bisa berkembang menjadi krisis yang mengancam produksi bawang merah di Gampeng. Dengan kolaborasi yang erat antara Polri dan petani, ia yakin bahwa Dusun Putuk Etan akan tetap menjadi wilayah pertanian yang produktif dan berkelanjutan, memberikan kontribusi nyata bagi program ketahanan pangan nasional yang dicanangkan pemerintah.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar