SURABAYA- Gemuruh tepuk tangan dan pekik semangat memenuhi ruang GOR Bola Basket UNESA Lidah Wetan pada Sabtu (20/6/2026) ketika Polda Jawa Timur secara resmi membuka Kejuaraan Karate Kapolda Cup 2026, sebuah event yang sengaja digelar untuk memeriahkan puncak peringatan Hari Bhayangkara ke-80. Pembukaan yang dipimpin langsung oleh Wadirresnarkoba Polda Jatim AKBP Oki Ahadian Purwono ini dihadiri pula oleh Wakil Ketua II FORKI Jawa Timur, para panitia penyelenggara, serta deretan atlet karate pilihan dari masing-masing Polres yang tersebar di seluruh penjuru Jawa Timur. Bagi AKBP Oki, momen ini bukanlah sekadar rutinitas tahunan yang seremonial, melainkan sebuah deklarasi bahwa Polri serius menjadikan olahraga bela diri sebagai instrumen pembinaan karakter personel. Kejuaraan ini sekaligus menjadi jawaban atas kebutuhan internal institusi untuk terus memompa semangat juang anggota, agar tetap prima secara fisik dan stabil secara mental di tengah beban tugas yang kian berat.
AKBP Oki dengan tegas menyampaikan bahwa kejuaraan ini memiliki tujuan ganda yang saling menguatkan, yakni sebagai wadah penyaluran bakat atletik sekaligus sarana penguatan soliditas internal di antara personel dari berbagai kesatuan. Ia menjelaskan bahwa karate dipilih bukan tanpa alasan, karena olahraga ini mengajarkan nilai-nilai kedisiplinan yang ketat, fokus yang tajam, hingga mental pantang menyerah yang sangat identik dengan karakter anggota Polri yang profesional. Dalam pandangannya, setiap gerakan karate mengandung filosofi pertahanan diri yang mengajarkan kapan harus menyerang dan kapan harus mengendalikan situasi, persis seperti yang dibutuhkan dalam setiap operasi kepolisian di lapangan. Oleh karena itu, ia menginginkan para peserta tidak hanya berlatih untuk menang, tetapi juga untuk memahami esensi dari setiap teknik yang mereka pelajari selama ini.
Kehadiran FORKI Jawa Timur dalam acara ini pun menjadi sinyal kuat bahwa sinergi antara kepolisian dan organisasi olahraga nasional terus terjalin erat, membuka ruang kolaborasi yang lebih luas bagi pembinaan atlet karate di tingkat daerah. Wakil Ketua II FORKI yang hadir langsung memberikan dukungan penuh terhadap inisiatif Polda Jatim, karena ajang seperti ini dinilai mampu menjaring potensi-potensi besar yang selama ini mungkin terpendam di kesatuan-kesatuan Polres. AKBP Oki pun berharap kerja sama ini tidak berhenti di gelaran Kapolda Cup 2026, melainkan berlanjut pada program-program pembinaan berkelanjutan yang dapat memoles atlet-atlet Polri hingga mampu bersaing di kejuaraan nasional. Dengan demikian, institusi kepolisian tidak hanya mendapatkan personel yang handal di bidang keamanan, tetapi juga atlet-atlet berprestasi yang menjadi kebanggaan daerah.
Dalam kesempatan itu, AKBP Oki juga mengingatkan seluruh peserta bahwa kemenangan sejati dalam kejuaraan ini bukanlah medali atau piala semata, melainkan kemampuan untuk mengukur sejauh mana mereka telah berkembang sebagai pribadi dan sebagai anggota Polri. Ia meminta agar setiap pertandingan dijalankan dengan menjunjung tinggi sportivitas, saling menghormati lawan, dan menjadikan setiap kegagalan sebagai pelajaran berharga untuk perbaikan di masa depan. Semangat persaudaraan, katanya, harus tetap menjadi prioritas utama di atas segala ambisi personal, karena pada akhirnya keharmonisan internal akan berdampak langsung pada kualitas pelayanan Polri kepada masyarakat. Dengan pendekatan ini, diharapkan Kapolda Cup 2026 tidak hanya melahirkan juara di atas tatami, tetapi juga menciptakan lingkungan kerja yang lebih sehat dan penuh motivasi di lingkungan Polda Jatim.
AKBP Oki menutup sambutannya dengan optimisme tinggi bahwa ajang ini akan menjadi titik tolak kebangkitan prestasi karate di tubuh Polri, sekaligus menjadi bentuk pengabdian terbaik dalam rangkaian perayaan Hari Bhayangkara ke-80 yang penuh makna. Ia menyatakan keyakinannya bahwa dari ratusan atlet yang bertanding kali ini, akan lahir bibit-bibit unggul yang mampu menembus level kejuaraan yang lebih tinggi, bahkan mewakili Indonesia di kancah internasional kelak. Namun di atas segalanya, ia berpesan agar persaudaraan dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama, karena tidak ada prestasi yang berarti tanpa didasari oleh rasa saling memiliki dan saling mendukung di antara sesama personel. Kapolda Cup 2026 pun ditutup dengan doa dan harapan agar semangat juang para peserta terus menyala, tidak hanya selama kompetisi berlangsung, tetapi juga dalam setiap langkah pengabdian mereka kepada bangsa dan negara.(Avs)

0 Komentar