Nobar Piala Dunia, Wadah Strategis Membangun Mitra Kamtibmas di Probolinggo


Probolinggo- Polres Probolinggo mengemas kegiatan nonton bareng Piala Dunia 2026 bukan sekadar hiburan, melainkan sebagai forum strategis untuk memperkuat relasi dengan organisasi kemahasiswaan dan komunitas berbasis masyarakat. Hadir dalam acara tersebut perwakilan HMI, PMII, GMNI, komunitas ojek online, Senkom, dan Persatuan Pedagang Sepeda Motor, yang duduk satu ruang dengan Kapolres AKBP M. Wahyudin Latif beserta jajaran pejabat utama Polres Probolinggo. Suasana santai pertandingan sepak bola menjadi pembuka percakapan yang lebih serius, membahas tantangan keamanan di era digital seperti penyebaran hoaks dan potensi konflik sosial yang bisa mengganggu stabilitas wilayah.

Probolinggo- Kapolres menekankan peran strategis mahasiswa sebagai agen perubahan dan komunitas ojol sebagai mata rantai informasi di tingkat bawah, sehingga kolaborasi dengan Polri menjadi kunci pencegahan dini berbagai persoalan. Ia menyebut bahwa perbedaan latar belakang organisasi justru menjadi kekuatan, karena setiap kelompok membawa perspektif unik yang memperkaya solusi atas masalah-masalah di tengah masyarakat. Lewat dialog informal ini, para peserta diajak untuk tidak hanya menjadi penonton pasif, tetapi juga duta kondusivitas yang menyebarkan pesan damai di lingkungan masing-masing.

Probolinggo- AKBP Latif menegaskan bahwa Polres Probolinggo terbuka bagi siapa pun yang ingin bersinergi, baik dalam menjaga ketertiban lalu lintas, mencegah radikalisme, maupun memfilter informasi palsu yang berpotensi memecah belah. Para mahasiswa dan komunitas menyambut antusias ajakan ini, melihat nobar sebagai awal dari kemitraan berkelanjutan yang tidak berhenti pada acara seremonial. Dengan semangat kebersamaan yang terpupuk malam itu, Probolinggo diharapkan semakin tangguh menghadapi dinamika sosial, karena keamanan terbaik lahir dari gotong royong seluruh anak bangsa.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar