Polisi Saktian Suryani dan Ribuan Polybag yang Mengubah Wajah Pekarangan Tanjunganom


AIPTU Saktian Suryani berdiri di tengah pekarangan salah satu warganya, dikelilingi oleh puluhan polybag yang memenuhi setiap sudut halaman. Tanaman kangkung, bayam, dan sawi tumbuh subur dalam barisan rapi, sementara di sudut lain, cabai rawit mulai menunjukkan buah pertamanya. Bhabinkamtibmas Polsek Warujayeng ini adalah aktor utama di balik program Pekarangan Pangan Bergizi yang diinisiasi Kapolres AKBP Suria Miftah Irawan, dan ia menjalankan tugasnya dengan penuh dedikasi. Kapolres meyakini bahwa program ini bukan hanya tentang pangan, tetapi juga tentang membangun kemandirian dan harga diri masyarakat.


Kapolsek Warujayeng Kompol H. Ahmad Junaedi mengatakan bahwa metode polybag terbukti sangat cocok dengan kondisi perkotaan yang minim lahan, karena bisa diletakkan di teras, halaman samping, atau bahkan di atas genteng datar. Ia menambahkan bahwa AIPTU Saktian telah melatih puluhan warga tentang cara mencampur media tanam yang tepat, yaitu perbandingan tanah, pupuk kandang, dan sekam yang ideal untuk setiap jenis sayuran. Dalam kunjungannya, ia melihat seorang kakek berusia 70 tahun dengan semangat merawat polybagnya setiap pagi, membuktikan bahwa usia bukan penghalang untuk berkontribusi pada ketahanan pangan. Kapolsek berharap semangat ini bisa menular ke generasi muda.


Sementara itu, Kapolres menekankan bahwa program Pekarangan Pangan Bergizi juga memiliki dimensi kesehatan, karena sayuran yang ditanam sendiri bebas dari pestisida kimia berlebihan. Ia menjelaskan bahwa beberapa warga mulai mengolah hasil panen menjadi makanan sehat untuk keluarga, seperti jus sayuran dan salad, yang meningkatkan kesadaran gizi di lingkungan tersebut. AIPTU Saktian mencatat bahwa ada penurunan pengeluaran bulanan untuk sayuran hingga 40 persen di rumah-rumah yang aktif berkebun polybag, angka yang signifikan bagi keluarga berpenghasilan menengah. Baginya, ini adalah bukti nyata bahwa program ini memberikan manfaat yang terukur dan berkelanjutan.


Di akhir kegiatan, Kapolsek mengajak warga untuk mempertimbangkan penanaman sayuran organik sebagai nilai jual tambahan, karena permintaan pasar terhadap produk organik terus meningkat. Ia berjanji akan membantu menghubungkan warga dengan pembeli potensial, seperti restoran atau katering sehat di sekitar Nganjuk. AIPTU Saktian pun menyampaikan bahwa ia akan terus mengawal perkembangan polybag warga, termasuk membantu mengatasi kendala seperti serangan ulat atau jamur yang kerap muncul di musim hujan. Dengan komitmen yang kuat dan dukungan penuh dari Polri, Tanjunganom perlahan tapi pasti sedang mengukir sejarah sebagai kelurahan pekarangan bergizi terbaik di Nganjuk. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar