Sawah Kemaduh Tak Pernah Kering: Bhabinkamtibmas Polsek Baron Pastikan Air Tetap Mengalir


Nganjuk- Saat sebagian wilayah lain mulai mengeluhkan kekeringan, sawah-sawah di Desa Kemaduh justru tetap terlihat segar dan menghijau, berkat peran aktif Bhabinkamtibmas Aipda Iwan Hari P. yang rajin memantau ketersediaan air pertanian. Pada Rabu (17/6/2026), penggerak ketahanan pangan dari Polsek Baron ini kembali turun ke lapangan untuk memastikan bahwa tidak ada satu pun petani yang kehilangan akses terhadap sumber daya paling vital bagi tanaman padi mereka.

Pemantauan yang dilakukan Aipda Iwan mencakup pengecekan aliran sungai, kondisi pintu air, hingga ketinggian muka air di setiap petak sawah. Ia bahkan tak ragu membersihkan sampah yang menyumbat saluran irigasi bersama warga, menunjukkan bahwa kepedulian Polri terhadap pertanian bukanlah omong kosong, melainkan aksi nyata yang dilakukan dengan penuh kerendahan hati dan semangat gotong royong.

Kapolres Nganjuk AKBP Suria Miftah Irawan menyebut bahwa keberhasilan menjaga produktivitas pertanian di Kemaduh adalah bukti bahwa pendekatan humanis Bhabinkamtibmas mampu mendorong kesadaran kolektif masyarakat dalam mengelola sumber daya alam. Beliau mengingatkan bahwa air adalah anugerah yang harus dijaga bersama, dan Polri akan selalu berada di garda depan untuk mengawal pemanfaatannya secara adil dan berkelanjutan.

Sesi dialog antara Aipda Iwan dan petani berlangsung penuh canda tawa, tetapi tetap serius membahas berbagai kendala teknis seperti pipa bocor dan mesin pompa yang perlu diservis. Para petani mengaku sangat terbantu dengan kehadiran Bhabinkamtibmas yang selalu sigap mendengar dan meneruskan keluhan mereka ke dinas terkait, sehingga masalah pengairan bisa segera diatasi sebelum berdampak besar pada hasil panen.

AKP Oofy Adycta Septandra, Kapolsek Baron, menambahkan bahwa kegiatan pemantauan air ini akan terus dijadwalkan secara rutin, terutama menjelang dan selama musim kemarau. Dengan kesiapan yang matang dan sinergi yang kuat, ia yakin bahwa Desa Kemaduh akan mampu melewati musim tanam dengan sukses, memproduksi padi berkualitas yang tidak hanya mencukupi kebutuhan lokal tetapi juga menjadi penyokong ketahanan pangan di tingkat kabupaten dan provinsi.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar