Anak Kuli Bangunan Raih Ati Trengginas, Kisah Adnan Buktikan Mimpi Tak Kenal Latar Belakang


Semarang- Di tengah kemegahan Upacara Penutupan Pendidikan Taruna Akademi Kepolisian Angkatan ke-58 di Lapangan Bhayangkara, Jumat (10/7), tersembunyi kisah inspiratif yang menggetarkan hati. Adnan Kasweri, putra seorang kuli bangunan asal Bangka Belitung, berhasil menyandang predikat Ati Trengginas, penghargaan bergengsi bagi taruna dengan ketangguhan fisik dan mental terbaik. Dengan nilai jasmani dan kesehatan kelulusan 93,64, Adnan membuktikan bahwa mimpi untuk menjadi perwira Polri tidak mengenal batas status sosial atau ekonomi, melainkan kerja keras dan tekad yang membara.


Perjalanan Adnan menuju puncak prestasi tidaklah mudah. Ia berasal dari keluarga sederhana, sang ayah, Sudaryo, bekerja sebagai kuli bangunan dengan penghasilan yang pas-pasan. Namun, keterbatasan ekonomi tidak pernah menjadi penghalang bagi Adnan untuk bercita-cita tinggi. Proses seleksi yang dilalui secara berjenjang, dari Polda Kepulauan Bangka Belitung hingga pusat SSDM Polri pada 2023, ia jalani dengan penuh keyakinan bahwa rekrutmen Polri dilaksanakan secara bersih, transparan, akuntabel, dan humanis (BETAH).


Sudaryo, sang ayah, mengaku mengikuti seluruh proses perjuangan putranya dengan penuh harap. "Saya mengikuti proses anak saya dari awal sampai akhir. Walaupun dengan segala keterbatasan, saya yakin proses rekrutmen ini benar-benar asli dan murni. Itulah yang saya rasakan," ungkapnya dengan mata berkaca-kaca. Keyakinan inilah yang menjadi fondasi bagi Adnan untuk terus melangkah tanpa ragu, meskipun di awal ia sempat merasa minder karena latar belakang keluarganya.


Namun, semangat dari para pimpinan Polri saat seleksi menjadi titik balik yang mengubah segalanya. Komjen Pol. Syahardiantono dan Komjen Pol. Prof. Dr. Dedi Prasetyo memberikan pesan agar Adnan tidak pernah merasa rendah diri karena profesi orang tuanya. "Saya sempat minder karena orang tua saya buruh harian. Tapi saya diberi semangat agar tidak minder dan diminta menunjukkan kemampuan yang saya miliki. Saya hobi bermain bola voli, dan saat itu saya menunjukkan kemampuan saya," kenang Adnan. Kisah ini menjadi bukti nyata bahwa Polri membuka kesempatan yang sama bagi seluruh putra-putri terbaik bangsa tanpa memandang latar belakang sosial maupun ekonomi.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar