Nganjuk- Di balik hamparan jagung yang mulai mengering, Aiptu Adi Haryono melihat cerita yang lebih besar: perjuangan petani Desa Lestari mempertahankan hidup di tengah keterbatasan air. Jumat (3/7/2026), ia turun ke lapangan bukan hanya untuk memantau tetapi juga untuk merangkul, mendengar keluh kesah warga tentang sulitnya mendapatkan air, dan bersama-sama mencari cara agar tanaman jagung tetap bertahan hingga musim panen. Pendekatan humanis ini menjadi kekuatan tersendiri dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap kinerja polisi di bidang pertanian.
AKBP Suria Miftah Irawan menyoroti bahwa tantangan petani jagung di musim kemarau tidak pernah sederhana, karena kekurangan air hanya satu dari sekian banyak masalah yang harus dihadapi setiap hari. Beliau mengapresiasi cara Aiptu Adi yang tidak hanya berbicara tentang teknis pertanian, tetapi juga membangun semangat kolektif di antara petani untuk saling membantu berbagi sumber daya air yang terbatas. Kapolres Nganjuk itu menekankan bahwa gotong royong adalah nilai lama yang perlu dihidupkan kembali agar ketahanan pangan bisa terwujud dari tingkat desa hingga nasional.
Berbekal catatan lapangan yang rapi, Aiptu Adi mengumpulkan para petani di bawah pohon rindang untuk merumuskan jadwal pengairan yang adil dan efisien, di mana setiap lahan mendapat giliran secara bergantian tanpa ada yang dirugikan. AKP Edy Suwanda menambahkan bahwa semangat kebersamaan yang tumbuh dari kegiatan ini diharapkan bisa menjadi warisan budaya bagi generasi petani berikutnya, bahwa di saat sulit sekalipun, tangan-tangan yang bersatu akan selalu mampu menemukan jalan keluar. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar