Nganjuk- Ladang jagung di Desa Ngadipiro bukan hanya lahan produktif, tetapi juga panggung nyata kolaborasi antara kepolisian dan petani. Bripka Yuli Priyanto, Bhabinkamtibmas Polsek Wilangan, kembali menginjakkan kaki di area persawahan pada Sabtu pagi, mengikuti instruksi Kapolres Nganjuk untuk memastikan kesiapan panen. Ia tidak datang sebagai aparat yang memeriksa dari kejauhan, melainkan sebagai sahabat yang ikut merasakan degup harapan petani.
Saat berjalan menyusuri pematang, Bripka Yuli mengamati setiap helai daun dan tongkol jagung yang mulai menguning. Ia berdialog dengan beberapa petani tentang pola tanam dan kendala pengairan yang sempat mengganggu. Dari obrolan ringan itu, ia mencatat perlunya pendampingan pasca-panen agar hasil tidak terbuang sia-sia. Kehadirannya menjadi jembatan antara kegelisahan petani dan solusi konkret dari kepolisian.
Pemilik lahan yang ditemui mengaku air matanya hampir menetes saat melihat perhatian polisi yang tulus. "Kami tidak pernah menyangka bahwa panen jagung kami diperhatikan oleh aparat," katanya dengan suara bergetar. Ia menambahkan bahwa dukungan seperti ini membuat petani merasa dihargai dan lebih bergairah untuk bekerja keras, meski cuaca kadang tidak bersahabat.
Bripka Yuli tidak hanya berbicara soal teknis pertanian, tetapi juga mengingatkan pentingnya pendataan hasil panen agar bisa dimanfaatkan untuk kebutuhan desa. Ia mengusulkan agar kelompok tani mulai berkoordinasi dengan penggilingan lokal untuk menjamin harga yang stabil. Menurutnya, kemandirian pangan dimulai dari kesadaran kecil, seperti mencatat pengeluaran dan pendapatan dari setiap musim tanam.
Menutup kunjungannya, Bripka Yuli menegaskan bahwa keberhasilan panen ini adalah kemenangan bersama. Petani pun berjanji untuk terus saling mendukung dan tidak ragu melapor jika ada kendala di lapangan. Mereka percaya bahwa dengan sinergi seperti ini, bukan hanya jagung yang tumbuh, tetapi juga kepercayaan dan kesejahteraan yang berakar kuat di tanah Nganjuk.(Avs)

0 Komentar