Nganjuk- Di tengah gempuran era digital, Polres Nganjuk mengambil langkah berani dengan tidak sekadar menjaga keamanan, tetapi juga mencerdaskan generasi penerus bangsa melalui pelatihan kecerdasan buatan. Sebanyak 80 siswa SMA/SMK/MA se-Kabupaten Nganjuk dikumpulkan di Aula SMA Negeri 1 Nganjuk untuk mengikuti Training of Trainer Pemahaman AI, sebuah inisiatif yang dirancang agar para pelajar tidak hanya menjadi konsumen teknologi pasif, melainkan aktor cerdas yang mampu memanfaatkan kecerdasan buatan untuk hal-hal produktif. Ini adalah investasi jangka panjang Polres Nganjuk di luar tugas kepolisian konvensional.
Pelatihan yang digelar Jumat lalu ini menghadirkan Master Trainer dari internal Polres Nganjuk, membekali para peserta dengan pengetahuan tentang bagaimana AI bekerja, mulai dari kemampuannya meniru pola pikir manusia, memecahkan masalah, hingga menghasilkan konten. Hasilnya cukup menggembirakan: dari 80 peserta, 45 siswa berhasil meraih sertifikat Paham AI, sebuah bukti bahwa antusiasme dan daya serap pelajar terhadap teknologi masa depan sangat tinggi. Kompol Burhanudin selaku Kabag SDM Polres Nganjuk menegaskan bahwa pemahaman ini bukan sekadar nilai tambah, melainkan kebutuhan mendasar bagi generasi yang akan tumbuh berdampingan dengan mesin-mesin cerdas.
Meskipun 35 siswa lainnya masih terkendala jaringan internet dan proses login saat penerbitan sertifikat, Polres Nganjuk memastikan tidak ada yang terlewatkan. Setiap kendala teknis akan ditindaklanjuti hingga semua peserta menerima hak mereka, karena esensi kegiatan ini adalah inklusivitas. Fajar Kurniadi selaku Kasi Humas menekankan bahwa Polres Nganjuk berkomitmen untuk memastikan setiap pelajar yang telah mengikuti pelatihan mendapatkan pengakuan resmi atas kompetensi yang telah mereka peroleh, sebagai bagian dari dokumentasi dan evaluasi program.
Kegiatan ini adalah awal dari gerakan literasi digital yang lebih besar di Nganjuk. Polres Nganjuk berjanji tidak akan berhenti di satu titik, melainkan akan terus menggelar edukasi serupa agar semakin banyak pelajar yang terpapar pemahaman AI yang benar. Dengan bekal ini, generasi muda diharapkan mampu memfilter informasi, menciptakan karya inovatif, dan menggunakan teknologi sebagai alat pembangun masa depan, bukan sekadar hiburan semata.(Avs)

0 Komentar