Jakarta- Kegelapan malam tidak menghentikan langkah 100 personel Korps Brimob yang diberangkatkan dari Bandara Soekarno-Hatta menuju Nusa Tenggara Timur. Sabtu malam itu, mereka meninggalkan Jakarta dengan misi kemanusiaan yang berat, dan begitu tiba di tanah NTT, tanpa jeda panjang, langsung menyebar ke tiga titik terdampak: Posko Leda Urata, Sambi Rampas di Manggarai Timur, serta wilayah Manggarai. Kombes Pol. Hasripuddin memimpin langsung pasukan yang diperkuat tenaga kesehatan dan TIK ini, membawa serta perlengkapan SAR lengkap dan semangat untuk segera menolong korban yang masih menanti uluran tangan.
Kecepatan adalah nyawa dalam operasi bencana. Setibanya di lokasi, personel tidak membuang waktu dengan apel dan pengecekan kekuatan, lalu pembagian tugas dan persiapan peralatan dilakukan dengan efisiensi tinggi. Mereka membawa berbagai peralatan krusial, mulai dari helm SAR, tandu, kantong jenazah, chainsaw, hingga 14 unit tenda dan perangkat komunikasi canggih seperti Starlink dan Wontech. Setiap perlengkapan dipilih berdasarkan kebutuhan aktual di lapangan, memastikan bahwa pasukan tidak hanya datang, tetapi juga siap bertindak di saat yang paling menentukan.
Tidak hanya fokus pada pencarian dan evakuasi korban, personel Brimob juga ditugaskan untuk mengawal distribusi bantuan kemanusiaan. Sembako, obat-obatan, dan 250 paket Makanan Tambahan Polri yang mereka bawa harus sampai ke tangan warga yang membutuhkan. Kombes Pol. Hasripuddin bersama Dansat Brimob Polda NTT turut mendampingi Forkopimda Provinsi NTT dalam penyaluran bantuan sosial di Desa Gorontalo, Manggarai Barat, memastikan bahwa rantai logistik berjalan lancar dan tidak ada warga yang terlewat.
Karo Penmas Divhumas Polri menegaskan bahwa operasi ini adalah bagian dari respons bertahap yang akan terus bergerak sesuai perkembangan situasi. Dari pasukan Brimob, K9, hingga dukungan kesehatan dan transportasi udara, Polri hadir untuk memastikan bahwa masyarakat NTT tidak menghadapi bencana ini sendirian. Mereka datang untuk mencari, menolong, mengawal, dan bertahan sampai bantuan benar-benar dirasakan oleh setiap jiwa yang terdampak.(Avs)
.jpeg)
0 Komentar