Lumajang- Dua titik api yang melahap kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) di Lumajang hingga kini masih menyala dan menjadi perhatian serius petugas gabungan. Kebakaran hutan dan lahan yang terjadi sejak Rabu lalu itu berlokasi di Blok Ayek-Ayek dan Ledok Bedor, dengan medan terjal yang menyulitkan akses pemadaman. Polres Lumajang bersama tim gabungan bergerak cepat mengerahkan puluhan personel untuk melakukan penyekatan dan pemadaman manual di tengah kondisi geografis yang ekstrem.
Kapolres Lumajang AKBP Riki Yariandi menjelaskan bahwa di kawasan Ledok Bedor, api tersebar di tiga titik yang mengharuskan petugas bersabar menunggu satu area padam sebelum beralih ke titik berikutnya. Kondisi angin kencang dan kontur tebing curam menjadi tantangan tersendiri yang memperlambat proses pengendalian api. Meskipun demikian, upaya pemadaman tetap berjalan dengan metode manual memakai batang atau ranting pohon untuk memukul api di permukaan vegetasi.
Salah satu kendala utama yang dihadapi adalah sulitnya menjangkau lokasi kebakaran di Ranu Kembang yang terus membesar akibat hembusan angin. Petugas terpaksa harus beradaptasi dengan medan yang tidak bersahabat untuk memastikan setiap titik api dapat dijangkau dan dipadamkan. Proses pembuatan sekat pun dilakukan untuk menghambat laju pergerakan api agar tidak meluas ke kawasan lain yang masih hijau.
Di tengah upaya keras pemadaman, kabar baik datang dari evakuasi 172 pendaki yang berada di Ranu Kumbolo yang berhasil dibawa keluar dengan selamat. Seluruh pendaki dilaporkan dalam kondisi aman tanpa adanya korban jiwa, berkat koordinasi cepat antara Polres Lumajang dan pihak terkait. Jalur pendakian resmi kini ditutup total untuk menghindari risiko lebih lanjut bagi para wisatawan.
Hingga Minggu (30/8/2026), api di dua lokasi tersebut masih terpantau menyala dan belum sepenuhnya padam, membuat petugas harus terus bekerja tanpa henti. Fokus penanganan saat ini tertuju pada upaya pemadaman dan pembuatan sekat untuk mengisolasi area terbakar dari kawasan hutan yang masih perawan. Kondisi ini membutuhkan kesabaran ekstra serta kerja sama semua elemen agar kebakaran segera teratasi.
Masyarakat dan para penggiat alam diimbau untuk mematuhi penutupan jalur pendakian serta tidak melakukan aktivitas di sekitar zona kebakaran. Polres Lumajang memastikan personel akan terus disiagakan hingga api benar-benar padam dan situasi kembali terkendali. Keamanan dan keselamatan menjadi prioritas utama dalam penanganan musibah ini. (Avs)

0 Komentar