Ketersediaan air bersih menjadi kebutuhan mendesak bagi warga terdampak bencana di Kabupaten Aceh Utara. Melihat kondisi tersebut, mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Kepolisian (STIK) Lemdiklat Polri Angkatan 83 menghadirkan solusi nyata melalui pembangunan sumur bor.
Peresmian fasilitas dilakukan langsung oleh Trie Aprianto pada Sabtu (14/02/2026). Ia menyampaikan apresiasi atas inisiatif dan kepedulian para mahasiswa terhadap kebutuhan dasar masyarakat.
Sebelum pembangunan dimulai, mahasiswa melakukan survei dan pendataan lapangan untuk memastikan prioritas kebutuhan warga. Hasilnya menunjukkan bahwa akses air bersih menjadi persoalan utama dalam mendukung pemulihan kesehatan dan sanitasi lingkungan.
Kegiatan ini berada di bawah pendampingan Didit Bambang Wibowo dan melibatkan 22 mahasiswa, termasuk M Rizky Ali Akbar yang aktif dalam koordinasi di lapangan.
Proses pengerjaan dilakukan bersama masyarakat setempat secara gotong royong, mulai dari pengeboran hingga instalasi dan pengujian air.
Keberadaan sumur bor ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang yang dapat dimanfaatkan bersama, sekaligus mempererat hubungan antara Polri dan masyarakat. (Avs)
.jpeg)

0 Komentar