Operasi Ketupat Semeru 2026 tidak hanya identik dengan kelancaran arus kendaraan. Di Probolinggo, kepolisian memperluas makna "kelancaran" hingga ke sektor pangan. Kapolres Probolinggo AKBP M. Wahyudin Latif memimpin langsung inspeksi mendadak ke Pasar Semampir pada Sabtu (14/3/2026) untuk memastikan harga bahan pokok tidak "macet" di angka yang menyulitkan masyarakat. Langkah ini adalah bentuk perluasan peran polisi sebagai pelindung masyarakat, tidak hanya dari gangguan kamtibmas, tetapi juga dari gejolak ekonomi yang meresahkan.
Didampingi Kasat Reskrim dan instansi terkait, Kapolres menyusuri lorong-lorong pasar untuk berdialog dengan para pedagang dan pembeli. Fokus pemantauan diarahkan pada komoditas yang paling sensitif seperti beras, minyak goreng, gula, telur, daging ayam, dan cabai. Dari dialog tersebut, tergambar bahwa permintaan memang mulai meningkat, namun secara umum pasokan masih mampu mengimbangi. Beberapa pedagang mengaku harga cabai dan bawang sempat merangkak naik, namun masih dalam batas yang bisa ditoleransi pasar.
Di tengah pengecekan, Kapolres menyempatkan diri untuk mengimbau para pedagang agar menjunjung tinggi kejujuran dan keadilan dalam berdagang. Ia meminta agar tidak ada spekulasi harga yang justru akan menyulitkan masyarakat kecil. "Mari kita jadikan Lebaran ini sebagai momen berbagi, bukan momen untuk saling memberatkan," pesannya. Imbauan ini disambut baik oleh para pedagang yang berjanji akan menjaga stabilitas harga demi kenyamanan bersama.
Pemantauan ini akan terus dilakukan secara berkala hingga Idul Fitri tiba. Polres Probolinggo berkomitmen untuk menjadi garda terdepan dalam mengawal distribusi pangan, memastikan tidak ada oknum nakal yang mencoba menimbun barang. Masyarakat juga didorong untuk aktif melapor jika menemukan indikasi kenaikan harga yang tidak wajar. Dengan sinergi antara kepolisian, pemerintah daerah, dan pelaku pasar, warga Probolinggo diharapkan bisa merayakan Idul Fitri dengan penuh ketenangan, tanpa beban harga sembako yang melambung. (Avs)

0 Komentar