Mapolda Jawa Timur berubah menjadi ruang dialog hangat saat Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo menggelar Safari Ramadan bersama tokoh masyarakat dan lintas profesi, dari seniman hingga organisasi kepemudaan. Acara yang digelar pada Sabtu sore itu bukan hanya seremoni tahunan, melainkan sebuah upaya strategis untuk menyatukan visi dalam menghadapi tantangan global. Kapolri ingin memastikan bahwa di tengah tekanan dunia, masyarakat Indonesia tetap solid dan tidak mudah terprovokasi.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolri menyoroti dinamika internasional yang semakin memanas dan berpotensi menggoyang stabilitas dalam negeri. Ia menekankan bahwa pemerintah tidak tinggal diam dengan situasi ini; berbagai kebijakan antisipatif telah diambil, terutama dalam menjaga daya beli masyarakat. Salah satu bukti nyata adalah keputusan untuk tidak menaikkan harga BBM bersubsidi, sehingga masyarakat tidak perlu cemas atau tergesa-gesa membeli bahan bakar secara berlebihan.
Tak hanya soal ekonomi, Jenderal Sigit juga mengajak masyarakat untuk menjadi garda terdepan dalam mendukung program-program strategis nasional. Ia menyebut program ketahanan pangan dan energi sebagai fondasi agar bangsa ini bisa mandiri dan tidak mudah diombang-ambingkan oleh situasi global. Dengan mendukung hilirisasi sumber daya alam, ia optimistis lapangan kerja akan menggeliat dan nilai tambah kekayaan alam akan dinikmati langsung oleh rakyat.
Menjelang berakhirnya bulan puasa, perhatian Kapolri juga tertuju pada kelancaran arus mudik. Ia memastikan ribuan personel telah dikerahkan dalam Operasi Ketupat untuk berjaga di titik-titik rawan. Masyarakat diimbau untuk selalu waspada, beristirahat jika lelah, dan memanfaatkan fasilitas di pos pelayanan yang menyediakan takjil hingga pemeriksaan kesehatan gratis. Semua ini adalah wujud kehadiran negara agar perjalanan mudik masyarakat berkesan aman dan nyaman. (Avs)

0 Komentar