Ada kabar menggembirakan dari Jawa Timur di hari keempat pelaksanaan Operasi Ketupat Semeru 2026. Polda Jatim melalui Kasubsatgas Penmas, AKP Muchamad Saifudin, merilis data yang menunjukkan situasi arus mudik dalam kondisi sangat kondusif. Pada periode pantauan Minggu malam hingga Senin pagi (15-16/3/2026), tidak ditemukan peningkatan volume kendaraan yang signifikan, baik di jalan tol maupun arteri. Lebih membahagiakan lagi, angka kecelakaan lalu lintas tercatat nihil.
Data dari gerbang-gerbang tol utama mengkonfirmasi situasi ini. Di Gerbang Tol Ngawi, pintu keluar-masuk menuju Jawa Tengah, volume kendaraan justru mengalami penurunan drastis. Kendaraan keluar menuju Jateng berkurang 26 persen, sementara kendaraan masuk dari Jateng merosot hingga 83 persen. Pola serupa terjadi di Gerbang Tol Malang dengan penurunan lebih dari 50 persen, dan Gerbang Tol Probolinggo dengan penurunan sekitar 16-17 persen. Rata-rata kecepatan kendaraan di tol pun stabil di angka 70-80 km/jam.
Di jalur arteri, denyut mudik juga terpantau normal. Di perbatasan Jatim-Jateng, dari Tuban hingga Pacitan, jumlah kendaraan yang melintas tercatat dalam kisaran ratusan hingga ribuan, namun tidak sampai menciptakan kepadatan. Kecepatan kendaraan di jalur alternatif ini berkisar 50-70 km/jam, menandakan arus lalu lintas mengalir lancar tanpa hambatan berarti. Ini menjadi indikator bahwa distribusi pemudik mungkin sudah mulai merata atau puncak arus mudik belum terjadi.
Puncak kabar baik datang dari data kecelakaan. "Berdasarkan data DORS, untuk kejadian laka lantas hingga saat ini nihil," tegas AKP Saifudin. Tidak hanya itu, tidak ada laporan bencana alam, tidak ada rekayasa lalu lintas darurat, dan tidak ditemukan pelanggaran kendaraan sumbu tiga yang biasa menyumbat jalan. Ini adalah buah dari kerja keras seluruh personel yang siaga di lapangan serta kesadaran masyarakat dalam tertib berlalu lintas.
Polda Jatim mengapresiasi kelancaran ini dan berjanji tidak akan lengah. Pemantauan intensif terus dilakukan untuk mengantisipasi kemungkinan lonjakan arus di hari-hari berikutnya. Masyarakat diimbau untuk terus mematuhi rambu-rambu lalu lintas dan memanfaatkan pos-pos pelayanan jika membutuhkan istirahat. Dengan kolaborasi yang baik antara petugas dan pemudik, cita-cita mewujudkan Mudik Aman Keluarga Bahagia di Jawa Timur bukan lagi sekadar slogan, tetapi sudah mulai terasa nyata. (Avs)

0 Komentar