Jika biasanya pengemudi ojek online waspada saat berpapasan dengan polisi, sore itu di Bondowoso situasinya berbeda. Di hari Minggu (15/3/26) menjelang berbuka puasa, Kapolres Bondowoso AKBP Aryo Dwi Wibowo justru menyapa para ojol dengan senyuman dan sebungkus takjil. Bersama Persatuan Kepala Desa Indonesia (PKDI) Kabupaten Bondowoso, kepolisian menggelar aksi sosial yang mengubah stereotip jalanan menjadi panggung kebersamaan.
Dipimpin langsung oleh Kapolres dan didampingi Wakapolres Kompol I Gede Suartika, para pejabat utama, serta jajaran Bhayangkari, rombongan menyusuri titik-titik keramaian. Mereka tak segan berhenti di setiap pengemudi ojek online yang terlihat berhenti atau melintas. Paket demi paket takjil berisi kudapan ringan dan minuman disodorkan, bukan sebagai imbauan tertib lalu lintas, melainkan sebagai bentuk kepedulian sosial di bulan Ramadan.
"Ini adalah bentuk syukur kami dan ajakan untuk berbagi kebahagiaan dengan sesama," ujar AKBP Aryo. Menurutnya, Ramadan adalah bulan yang tepat untuk memperkuat kebersamaan lintas sektor. Polisi, yang sering disibukkan dengan tugas keamanan, ingin menunjukkan sisi humanisnya dengan hadir di tengah masyarakat bukan sebagai aparat penegak hukum, tetapi sebagai sesama umat yang menjalankan ibadah puasa dan ingin berbagi berkah.
Salah seorang pengemudi ojol yang menerima takjil mengaku terkejut sekaligus senang. "Biasanya kalau lihat polisi, yang ada di pikiran kami adalah surat-surat kendaraan. Tapi ini beda, mereka justru memberi kami makanan untuk berbuka," tuturnya sambil tersenyum. Ia menambahkan, bantuan sederhana ini sangat berarti karena saat-saat menjelang maghrib adalah waktu paling sibuk bagi ojol, sehingga seringkali mereka kesulitan mencari takjil di tengah perjalanan.
Kapolres Bondowoso berharap kegiatan ini tidak hanya berhenti sebagai seremoni Ramadan. Lebih dari itu, ia ingin sinergi antara kepolisian, pemerintah desa, dan masyarakat terus terjalin erat. Dengan saling peduli dan berbagi, tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat akan terasa lebih ringan. "Ketika masyarakat sudah merasa nyaman dan dekat dengan polisi, mereka tidak akan segan untuk bekerja sama menjaga lingkungannya," pungkas AKBP Aryo, menegaskan bahwa aksi bagi-bagi takjil ini adalah investasi jangka panjang untuk kedamaian Kota Tape. (Avs)

0 Komentar