Di tengah hiruk pikuk persiapan mudik, Polda Jatim justru sibuk memetakan ancaman yang membayangi kebahagiaan masyarakat. Operasi Ketupat Semeru 2026 yang digelar selama 13 hari ini tidak hanya menyiapkan personel untuk mengatur lalu lintas, tetapi juga untuk menghadapi spektrum ancaman yang luas. Kapolda Irjen Pol Nanang Avianto secara terbuka merilis daftar potensi kerawanan, mulai dari aksi terorisme, sweeping ormas, hingga bencana hidrometeorologi yang kerap melanda jalur mudik.
Setelah apel gelar pasukan di Mapolda Jatim, sebanyak 16.326 personel gabungan langsung disiagakan. Mereka tidak hanya berasal dari Polri dan TNI, tetapi juga dari instansi seperti BPBD dan Dinas Kesehatan yang siap merespons bencana alam. Langkah ini diambil karena pengalaman tahun-tahun sebelumnya menunjukkan bahwa banjir dan tanah longsor sering kali menjadi momok bagi pemudik di jalur-jalur selatan dan pegunungan.
Tidak hanya bencana alam, gangguan sosial seperti balap liar dan penyalahgunaan narkoba juga menjadi perhatian serius. Kapolda menegaskan bahwa kegiatan negatif yang biasa muncul di jalanan sepi saat mudik harus dicegah agar tidak meresahkan warga. Selain itu, fluktuasi harga bahan pokok dan BBM juga dipantau ketat karena berpotensi memicu aksi spekulasi yang merugikan masyarakat.
Dengan segala potensi kerawanan yang telah dipetakan, masyarakat diimbau untuk tetap waspada dan tidak panik. Kapolda memastikan bahwa setiap pos pengamanan telah dilengkapi dengan personel terlatih untuk menghadapi berbagai skenario darurat. Tujuannya jelas, yaitu mewujudkan mudik yang tidak hanya aman dari kecelakaan, tetapi juga nyaman dari segala bentuk gangguan yang bisa merusak kebahagiaan keluarga.(Avs)

0 Komentar