Jelang Dua Hari Raya, Pemerintah Intensifkan Pengawasan Pangan di Seluruh Indonesia


Dengan datangnya Idul Fitri dan Nyepi secara beriringan, pemerintah melalui Satgas Pangan meningkatkan kewaspadaan dengan menggelar pengawasan masif di 38 provinsi. Dalam kurun waktu 5 Februari hingga 4 Maret 2026, tercatat 37.857 kegiatan pemantauan dilakukan, menyentuh seluruh lapisan pelaku usaha pangan. Langkah ini merupakan respons atas potensi gejolak harga yang kerap terjadi saat permintaan melonjak di momen hari besar keagamaan.

Provinsi Jawa Barat menjadi wilayah dengan aktivitas pengawasan tertinggi, menandakan tingginya dinamika pasar di sana. Sementara itu, sejumlah provinsi di Papua masih menghadapi tantangan dalam hal intensitas pengawasan, terutama karena kondisi geografis yang sulit dan terbatasnya jumlah pasar. Pedagang pengecer menjadi sasaran utama pemantauan, mengingat posisi mereka yang paling dekat dengan konsumen dan sering menjadi penentu harga akhir di pasaran.

Dari hasil evaluasi harga, terlihat tren penurunan pada komoditas beras dan daging sapi, sebuah kabar baik bagi masyarakat. Namun, harga Minyakita dan cabai rawit merah masih menjadi perhatian serius karena berada di atas HET dan HAP. Komjen Pol Syahardiantono memastikan bahwa Satgas tidak akan ragu bertindak terhadap pelaku usaha yang terbukti melakukan pelanggaran. Dengan pengawasan yang terintegrasi antara pusat dan daerah, diharapkan stabilitas pasokan dan harga pangan dapat terjaga hingga perayaan usai. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar