Seorang pedagang gabah di Ngawi harus merugi besar setelah rumahnya dibobol maling pada dini hari, 20 Agustus 2025. Pelaku yang tak lain adalah residivis curanmor berinisial S alias L (51) berhasil masuk ke rumah korban di Dusun Sambirejo, Desa Gelung, Kecamatan Paron, dengan cara mencongkel pintu belakang menggunakan bambu. Uang tunai sebesar Rp49 juta yang disimpan dalam tas selempang raib dibawa kabur, padahal uang itu baru saja diterima korban dari hasil transaksi jual beli gabah dengan petani. Peristiwa ini sontak menggemparkan warga sekitar yang selama ini merasa aman-aman saja.
Kasat Reskrim Polres Ngawi AKP Aris Gunadi menjelaskan bahwa pelaku memiliki latar belakang sebagai residivis yang pernah mendekam di Lapas Ngawi pada 2017 hingga 2021. Setelah bebas, bukannya bertobat, ia justru kembali ke jalur kriminal dengan modus yang relatif sama namun dengan target yang lebih besar. Berbekal informasi dari warga dan hasil penyelidikan intensif, petugas akhirnya melacak keberadaan pelaku yang bersembunyi di Kecamatan Wates, Kabupaten Kediri. Saat penangkapan, pelaku sempat melakukan perlawanan dan berusaha kabur, sehingga polisi terpaksa mengambil tindakan tegas.
Dari pengakuan pelaku, diketahui bahwa uang hasil curian tersebut digunakan untuk membeli sepeda motor Honda Vario, satu unit handphone, serta untuk membayar hutang dan keperluan sehari-hari. Tak hanya itu, pelaku juga mengakui keterlibatannya dalam beberapa aksi pencurian sepeda motor di wilayah Kecamatan Paron dan Geneng. Polisi kini mengamankan tiga unit sepeda motor dan handphone sebagai barang bukti yang menguatkan kasus ini. Dengan demikian, pelaku tidak hanya dijerat untuk satu kasus pencurian, tetapi juga kasus-kasus lainnya yang masih dalam pengembangan.
Proses hukum kini berjalan di Mapolres Ngawi, dan pelaku kembali harus berhadapan dengan jeruji besi. Kasus ini menjadi pengingat bagi masyarakat agar lebih waspada, terutama dalam menyimpan uang tunai dalam jumlah besar di rumah. Segera simpan uang di bank atau tempat yang lebih aman agar tidak menjadi sasaran empuk para pencuri. Polisi mengimbau warga untuk aktif berpartisipasi dalam menjaga keamanan lingkungan, serta segera melapor jika melihat hal-hal mencurigakan di sekitar tempat tinggal.(Avs)

0 Komentar