Saat Seragam Cokelat Turun ke Kolam: Polres Nganjuk Gagas Ketahanan Pangan dengan Sentuhan Teknologi Bioflok


Sorot seragam cokelat tak hanya terlihat di jalan raya atau pos polisi, tapi kini juga memantul dari permukaan kolam ikan bundar di Nganjuk. Sebuah pemandangan unik namun sarat makna tersaji ketika Bhabinkamtibmas turun tangan mendampingi warga membudidayakan ikan dengan sistem bioflok. Ini adalah wajah baru pengabdian, di mana keamanan dan ketahanan pangan berjalan beriringan.

Kapolres Nganjuk, AKBP Suria Miftah Irawan, menyebut langkah ini sebagai investasi jangka panjang untuk stabilitas daerah. Ketika masyarakat mampu memproduksi pangannya sendiri, ketergantungan berkurang dan ekonomi lokal berputar lebih kencang. Teknologi bioflok dipilih karena efisiensinya yang luar biasa; dengan air terbatas dan tanpa lahan luas, panen tetap melimpah.

Prosesnya sendiri menarik untuk disimak. Kolam terpal dilengkapi aerator yang bekerja 24 jam non-stop, menciptakan pusaran air tempat bakteri baik berkembang. Bakteri inilah yang kemudian "memakan" kotoran ikan dan mengubahnya menjadi protein yang bisa dimakan lagi oleh ikan. Sebuah siklus sempurna ala alam yang dikemas dalam wadah sederhana di halaman rumah warga.

Brigpol Agung Pamuji, yang sehari-hari bertugas menjaga keamanan, kini juga piawai menjelaskan perbedaan ikan nila yang dibudidaya secara konvensional dengan bioflok. Kehadirannya memberikan rasa aman secara psikis bagi warga, sehingga mereka berani bereksperimen dan berinovasi tanpa takut gagal. Ini bukti bahwa teknologi dan pendekatan sosial bisa bersinergi untuk ketahanan pangan yang lebih baik. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar