Semangat Persatuan di Bulan Suci: Kapolri Ajak SEMMI Kawal Demokrasi dan Kemandirian Bangsa


Bulan Ramadan menjadi simpul perekat kebersamaan antara institusi kepolisian dan organisasi mahasiswa. Hal ini terlihat jelas dalam acara buka puasa bersama yang digelar PB SEMMI, di mana Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo hadir sebagai pembicara utama di Hotel Aryaduta. Di hadapan para aktivis, Sigit menyerukan semangat persatuan sebagai modal utama membangun bangsa. Ia menilai kegiatan seperti ini sangat efektif untuk terus memupuk rasa kebangsaan dan memperkuat jaringan komunikasi antara pemerintah dan rakyat. Kolaborasi lintas sektor, kata dia, adalah jawaban atas segala kompleksitas tantangan zaman.

Kapolri menjelaskan bahwa Polri dan SEMMI memiliki ikatan historis yang kuat sebagai bagian dari gerakan reformasi. Konsekuensi dari status tersebut adalah tanggung jawab moral untuk terus mengawal demokrasi dan memastikan aspirasi rakyat tersalurkan dengan baik. Sigit mengajak SEMMI untuk berperan aktif dalam mengawal kinerja Polri, agar tetap pada rel yang benar sesuai harapan masyarakat sipil. "Kami membuka diri untuk kritik dan saran," tegasnya, seraya berharap peran mahasiswa sebagai agen kontrol sosial tetap berjalan beriringan dengan semangat membangun.

Tak hanya soal internal kepolisian, Jenderal Sigit juga menyoroti pentingnya dukungan terhadap kebijakan pemerintah pusat. Ia secara spesifik menyebut upaya Presiden Prabowo Subianto dalam mendorong kemandirian bangsa, terutama melalui program ketahanan pangan dan energi. Menurutnya, di tengah gejolak ekonomi global, Indonesia harus mampu berdiri di atas kaki sendiri. Seluruh elemen bangsa, termasuk mahasiswa, harus bahu-membahu menyukseskan program ini demi masa depan yang lebih berdaulat dan tidak mudah terombang-ambing oleh krisis global.

Puncak pesan Kapolri berfokus pada pentingnya persiapan menghadapi bonus demografi. Sigit melihat momen ini sebagai peluang emas bagi Indonesia untuk naik kelas menjadi negara maju. Ia menitipkan harapan besar kepada generasi muda yang tergabung dalam SEMMI untuk terus belajar dan mempersiapkan diri menjadi pemimpin masa depan. "Kalian adalah calon pemimpin saat Indonesia Emas 2045," ucapnya penuh harap. Menurutnya, dengan persatuan yang kokoh dan semangat juang yang tinggi, cita-cita besar bangsa ini bukan sekadar impian, melainkan sesuatu yang sangat mungkin diraih.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar