Suasana di Command Center KM 29 Tol Jakarta-Cikampek mendadak lebih hidup dengan kedatangan Wakapolri Komjen Dedi Prasetyo yang ingin memastikan langsung kesiapan personel dalam Operasi Ketupat 2026. Di tengah hiruk-pikuk monitor yang menampilkan arus kendaraan dari berbagai ruas tol, ia memberikan arahan tegas tentang pentingnya antisipasi dini terhadap lonjakan volume kendaraan. Menurutnya, kelancaran mudik sangat bergantung pada seberapa cepat dan tepat petugas merespons dinamika di lapangan.
Salah satu inovasi yang disorot Wakapolri adalah penggunaan teknologi komunikasi untuk menjangkau para pemudik secara masif. Sistem SMS blast yang disiapkan Polri akan menjadi alat utama untuk menyebarkan informasi terkini, termasuk rencana pemberlakuan contraflow atau one way. "Misalnya dua jam sebelum contraflow atau one way diberlakukan, masyarakat akan mendapat informasi melalui SMS blast sehingga bisa menentukan jalur perjalanan yang akan dipilih," jelasnya kepada awak media.
Selain itu, Komjen Dedi juga memastikan bahwa skenario rekayasa lalu lintas sudah dipersiapkan dengan matang oleh Korlantas. Penerapan one way, misalnya, hanya akan dilakukan jika kondisi benar-benar membutuhkan, seperti ketika arus kendaraan di Cikampek menembus batas 6.000 unit per jam. Semua keputusan akan diambil berdasarkan analisis data yang akurat, bukan sekadar intuisi.
Masyarakat juga diingatkan untuk tidak ragu menghubungi hotline 110 jika mengalami masalah selama perjalanan. Layanan ini siap melayani 24 jam untuk berbagai keperluan darurat, mulai dari kecelakaan hingga kebingungan mencari jalur alternatif. Dengan semua persiapan ini, Wakapolri optimistis bahwa semangat "Mudik Aman, Keluarga Bahagia" bisa terwujud di tahun 2026. (Avs)
.jpeg)
0 Komentar