16 Divisi, 20 Stage, 1 Legenda: Brimob Xtreme 2026 Cetak Sejarah Baru Menembak Indonesia


Minggu (12/4/2026) menjadi hari bersejarah bagi olahraga menembak Indonesia. Di Lapangan Tembak Presisi Hoegeng Iman Santoso, Mako Korbrimob Polri, Cimanggis, Depok, Komjen Pol Ramdani Hidayat secara resmi mengakhiri perhelatan Brimob Xtreme 2026. Enam hari sebelumnya, tepatnya 7 April, arena ini hidup oleh suara tembakan presisi dari 475 atlet yang datang dari berbagai penjuru—tidak hanya dari TNI, Polri, dan klub sipil tanah air, tetapi juga dari Malaysia, China, dan Korea Selatan. Mengusung tema "Legacy of Valor, Precision for the Extreme", kejuaraan yang digelar dalam rangka HUT ke-81 Korbrimob ini dirancang dengan 20 stage standar internasional IPSC, menguji kecepatan, akurasi, kelincahan, hingga nyali. Bagi yang hadir, ini bukan sekadar lomba, melainkan ritual penghormatan terhadap keberanian dan ketelitian dalam situasi ekstrem.

Kabar baiknya, Indonesia keluar sebagai raja di kandang sendiri. Dari 16 divisi yang dipertandingkan, nama-nama seperti Hans Christian PT Manihuruk (Handgun Standard - Overall), Prabu Rakyan Raka Nalyndra (Handgun Optics - Overall), hingga Daniel Loekman (PCC PC Optics - Overall) menghiasi puncak klasemen. Atlet junior pun unjuk gigi: Athala Mohan Ussuri merajai Handgun Open - Junior, sementara di Non Pistol Putri, Diah Ayuningrum menjadi yang terbaik. Malaysia tidak pulang dengan hampa: Fitri Rahman Bin Sumpa meraih perak di Handgun Open - Overall, dan Missy Binti Jaafar menjadi juara di Handgun Production - Lady. Dankorbrimob menegaskan bahwa keberhasilan penyelenggaraan ini memperkuat citra Korps Brimob Polri sebagai institusi profesional dan modern. Penutup dari acara tersebut diharapkan menjadi titik tolak: semangat kompetisi, solidaritas, dan nilai kejuangan yang terbangun selama kejuaraan harus terus terjaga dan menjadi inspirasi bagi generasi penembak masa depan Indonesia. (Avs)

Posting Komentar

0 Komentar