Bukan Hanya Stok Habis, Polres Lumajang Ungkap Tiga Faktor Gagalnya Distribusi LPG 3 Kg


Polres Lumajang tidak sekadar turun ke lapangan, tetapi berhasil memetakan tiga faktor utama penyebab kelangkaan gas melon 3 kg. Pertama, keterlambatan pasokan berkepanjangan seperti yang terjadi di Lumajang Kota sejak tiga minggu sebelum Lebaran. Kedua, kebijakan pengiriman yang tidak fleksibel, seperti di Kunir yang hanya mengirim seminggu sekali dan berhenti total saat libur nasional. Ketiga, lonjakan permintaan silang dari luar daerah yang mengosongkan stok di Senduro hingga tidak tersisa satu tabung pun.

Pengecekan yang dilakukan Polsek Pasirian di SPBE PT Perindo menunjukkan ironi: pasokan 50 ton per hari tersedia, tetapi distribusi ke wilayah tertentu tetap tidak merata. Di Pronojiwo, pangkalan hanya memiliki 8 tabung berisi dari 204 tabung meskipun distribusi harian diklaim mencapai 110 tabung. Sementara itu, SPBE di Jalan Lintas Timur Jogotrunan memiliki stok 50 metrik ton, namun antrean panjang di tingkat agen memperlambat aliran gas hingga ke pangkalan dan akhirnya ke tangan konsumen.

Kasi Humas Ipda Suprapto menegaskan bahwa Polres Lumajang akan terus melakukan pemantauan berkala dan tidak ragu menindak penyimpangan. Pihaknya mengimbau masyarakat untuk bersabar sambil tetap melaporkan praktik curang seperti penimbunan. Dengan kolaborasi antara kepolisian, Forkopimca, dan distributor, diharapkan ketiga faktor penghambat ini segera diatasi agar warga Lumajang kembali mudah mendapatkan LPG 3 kg.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar