Ketika stabilitas nasional diuji oleh kekerasan di dua ujung Indonesia, Polri menjawab dengan pengerahan personel dalam jumlah signifikan. Bukan hanya Brimob, tetapi juga tim Itwasum, BIK, Divpropam, dan Bareskrim ikut dilibatkan. Total ada 148 personel untuk Papua Tengah dan puluhan lainnya untuk Maluku Utara, dengan jadwal keberangkatan yang sudah disusun rapi sejak akhir pekan ini.
Wakapolri memimpin langsung pengecekan kesiapan di Mako Brimob pada Sabtu pukul 12.00 WIB. Sebanyak 100 personel Brimob khusus disiapkan untuk Papua Tengah, ditambah 10 personel Tim BIK, 20 personel Bareskrim, serta 26 personel Divpropam yang dibagi ke dua wilayah. Untuk Maluku Utara, 12 personel Divpropam sudah terbang Sabtu pagi dengan Beechcraft, sementara 4 personel Itwasum masih mencari tiket. Keberangkatan utama ke Nabire dijadwalkan Minggu dini hari pukul 01.00 WIB via Batik Air.
Akar masalahnya tragis: di Halmahera Tengah, konflik antar desa dipicu kasus pembunuhan warga Bobane Jaya. Serangan balasan terjadi antara Bobane Jaya dan Sibenpopo, menyebabkan korban jiwa, rumah terbakar, fasilitas umum hancur, dan satu tempat ibadah ikut dilalap api. Berkat kerja cepat aparat gabungan, situasi mulai kondusif Jumat sore. Di Dogiyai, Papua Tengah, personel Polri Bripda Juventus Edowai tewas setelah dianiaya orang tak dikenal.
Polri berkomitmen menjaga keamanan dengan merespons setiap dinamika. Trunoyudo Wisnu Andiko menegaskan bahwa pendekatan humanis dan penegakan hukum berjalan beriringan. Masyarakat diminta waspada terhadap hoaks dan provokasi. Sambil menyelidiki kedua kasus, aparat menjamin situasi di Papua Tengah dan Maluku Utara tetap terkendali. (Avs)

0 Komentar