Di tengah isu perubahan iklim yang mengancam sektor pertanian, seorang Bhabinkamtibmas di Desa Getas, Nganjuk, mengambil langkah nyata yang patut diapresiasi. BRIPKA Moch. Muhajir dari Polsek Warujayeng tidak hanya sibuk dengan tugas kepolisiannya, tetapi juga aktif menjadi penggerak ketahanan pangan dengan memanfaatkan lahan pekarangan warga. Pada Jumat, 24 April 2026, ia melakukan pemantauan terhadap tanaman cabai yang dilindungi dengan green house sederhana. Hasilnya mengejutkan: tanaman cabai tumbuh jauh lebih sehat dibandingkan yang ditanam di lahan terbuka.
Apa yang membuat green house sederhana ini begitu istimewa? Jawabannya terletak pada kemampuannya melindungi tanaman dari dua musuh utama petani: cuaca ekstrem dan serangan hama. Di musim kemarau, green house menjaga kelembaban tanah agar tidak terlalu kering. Di musim hujan, ia menjadi payung yang mencegah air berlebih merusak akar tanaman. BRIPKA Moch. Muhajir memilih cabai sebagai komoditas utama karena harganya yang stabil dan permintaan pasar yang tinggi. Dengan metode ini, warga tidak perlu lagi khawatir gagal panen akibat faktor alam yang tidak terduga.
AKBP Suria Miftah Irawan, Kapolres Nganjuk, menyampaikan rasa bangganya terhadap inovasi yang dilakukan anak buahnya di Desa Getas. Menurutnya, program ketahanan pangan nasional membutuhkan peran aktif dari semua pihak, termasuk aparat kepolisian di tingkat desa. Beliau juga menginstruksikan agar metode green house sederhana ini didokumentasikan dan disosialisasikan ke desa-desa lain di wilayah Nganjuk. "Jika semua Bhabinkamtibmas melakukan hal serupa, Indonesia tidak akan pernah kekurangan pangan," tegasnya dengan optimis.
Kompol H. Ahmad Junaedi, Kapolsek Warujayeng, menegaskan bahwa pihaknya akan terus memberikan ruang dan dukungan bagi anggota yang ingin berinovasi di bidang ketahanan pangan. BRIPKA Moch. Muhajir sendiri berencana untuk memperluas program ini ke lebih banyak keluarga di Desa Getas. Ia juga akan mengajak pemuda desa untuk terlibat aktif dalam perawatan green house sebagai bentuk edukasi sejak dini. Semoga langkah kecil dari Desa Getas ini dapat menginspirasi ribuan desa lain di Indonesia untuk melakukan hal yang sama demi masa depan pangan yang lebih baik.(Avs)

0 Komentar