Rakernis Humas Polri 2026 di Jakarta menjadi panggung bagi Wakapolri Komjen Pol Dedi Prasetyo untuk melontarkan arahan revolusioner: ubah Humas dari sekadar pelantang institusi menjadi pusat komunikasi strategis berbasis kecerdasan buatan. Ia menegaskan bahwa Humas adalah suara dan telinga Polri, yang menempatkannya di garis depan sekaligus garis terakhir dalam menjaga marwah organisasi. Apresiasi pun ia sampaikan atas peningkatan kualitas strategi manajemen media jajaran Humas dari tahun ke tahun. Namun tantangan ke depan jauh lebih berat, karena disinformasi dan hoaks terus menggerogoti kepercayaan publik. (Avs)
Wakapolri memerintahkan Divisi Humas untuk mengadopsi pendekatan intelligence-led communication dengan mengoptimalkan sistem big data dan artificial intelligence. Monitoring real-time, analisis cerdas, dan respons cepat terhadap isu viral bukan lagi pilihan melainkan keharusan. Ia juga menekankan pentingnya framework komunikasi berbasis akurasi, relevansi, dan tujuan jelas dalam setiap produksi konten. War Room Humas harus difungsikan secara maksimal sebagai pusat kendali informasi untuk menganalisis tren dan menentukan langkah mitigasi serta amplifikasi yang cepat dan tepat. (Avs)
Tak hanya soal teknologi, Wakapolri juga menyoroti internalisasi fungsi kehumasan di seluruh lini Polri sesuai Perkap Nomor 6 Tahun 2023. Setiap personel, bukan hanya anggota Humas, harus memiliki kemampuan komunikasi yang baik, tepat, dan penuh empati. Hal ini menjadi fondasi bagi Grand Strategy Polri 2025-2045 yang terbagi dalam empat tahap, mulai dari penguatan pondasi organisasi hingga terwujudnya Polri yang adaptif dan berintegritas. Lima tujuan utama Polri, termasuk penegakan hukum yang adil dan humanis serta transformasi menuju organisasi modern berbasis teknologi, harus dicapai secara terukur. (Avs)
Dalam kerangka pembangunan jangka panjang, Wakapolri mengingatkan seluruh jajaran Humas untuk memahami RPJPN 2025-2045, khususnya delapan agenda pembangunan nasional dan transformasi digital sebagai pilar utama. Komunikasi publik Polri harus selaras dengan visi Indonesia Emas 2045. Menutup arahannya, Wakapolri menegaskan bahwa Divisi Humas adalah representasi utama Polri di mata masyarakat. Humas wajib menjadi garda terdepan dalam menerapkan strategic intelligence-led communication sekaligus menjaga marwah institusi di ruang publik yang semakin kompleks dan dinamis.(Avs)

0 Komentar