Ribuan pasangan kaki berpacu di Bali United Training Center, Gianyar, pada Minggu (19/4/2026) dalam gelaran Kemala Run 2026, namun yang menarik perhatian bukan hanya para pelari tetapi juga suara berdengung lembut dari langit. Korlantas Polri menerjunkan ETLE Drone Patrol Presisi untuk memantau jalannya lomba secara real-time, menjadikan teknologi ini sebagai pengawal udara yang menemani setiap peserta dari start hingga finish. Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho menjelaskan bahwa kehadiran drone adalah bagian dari komitmen Polri untuk mendukung kegiatan masyarakat dengan cara yang modern dan tetap humanis, bukan untuk mengintimidasi tetapi untuk melindungi. Dengan kamera beresolusi tinggi yang mampu menangkap detail dari ketinggian, drone ini memastikan bahwa tidak ada celah keamanan yang terlewat, baik dari sisi lalu lintas maupun potensi gangguan terhadap para runners. Ini adalah wajah baru kepolisian yang mengutamakan pencegahan dan pelayanan.
Dirgakkum Korlantas Polri Brigjen Pol Faizal menambahkan bahwa peran drone ETLE dalam Kemala Run 2026 jauh melampaui sekadar alat pengawas. Teknologi ini memberikan live update kondisi lalu lintas di sekitar venue, memungkinkan petugas di darat melakukan pengaturan secara cepat dan tepat ketika terjadi lonjakan kepadatan. Selain itu, drone juga berfungsi sebagai alat dokumentasi dan analisis situasi, merekam pola pergerakan massa yang nantinya akan dipelajari untuk meningkatkan keamanan acara serupa di masa depan. Sepanjang perlombaan, sinergi antara operator drone dan personel lapangan berjalan sangat optimal, terbukti dari arus lalu lintas di kawasan Gianyar yang terpantau aman dan lancar tanpa hambatan berarti. Para pelari yang awalnya mungkin canggung dengan adanya drone di atas kepala perlahan menyadari bahwa kehadirannya justru membuat mereka merasa lebih aman, karena ada mata tak berkedip yang menjaga dari langit.
Keberhasilan ini tidak datang secara instan. Korlantas Polri telah melakukan serangkaian uji coba dan koordinasi dengan panitia pelaksana untuk memastikan bahwa jalur penerbangan drone tidak mengganggu konsentrasi peserta maupun masyarakat sekitar. ETLE Drone Patrol Presisi dilengkapi dengan teknologi pengenalan pola yang dapat membedakan antara pelari, kendaraan, dan objek lain, sehingga data yang dihasilkan sangat akurat dan relevan. Brigjen Pol Faizal mengungkapkan bahwa dalam beberapa kesempatan, drone berhasil mendeteksi titik-titik kemacetan kecil sebelum berkembang menjadi masalah besar, memungkinkan petugas untuk segera mengatur ulang arus kendaraan. Hasilnya, acara yang diikuti ribuan orang ini berlangsung tertib, penuh semangat kebersamaan, dan tanpa insiden berarti. Ini menjadi bukti bahwa teknologi jika digunakan dengan benar dapat menjadi jembatan antara aparat dan masyarakat, bukan sekat.
Penutup dari keberhasilan ETLE Drone Patrol Presisi di Kemala Run 2026 adalah pesan bahwa Polri siap bertransformasi mengikuti perkembangan zaman. Irjen Pol Agus Suryonugroho menegaskan bahwa inovasi ini bukan sekadar proyek seremonial, tetapi bagian dari strategi jangka panjang untuk menciptakan rasa aman di setiap sudut kegiatan masyarakat. Dari ajang lari di Bali, teknologi drone ETLE akan terus dikembangkan dan diterapkan di berbagai event nasional lainnya, baik olahraga, budaya, maupun keagamaan. Kehadiran negara kini tidak lagi terasa kaku dan jauh, tetapi dekat, hangat, dan bahkan bisa terbang di atas kepala. Para pelari Kemala Run 2026 pulang dengan kenangan indah, bukan hanya tentang catatan waktu terbaik mereka, tetapi juga tentang bagaimana polisi memilih untuk menemani langkah mereka dengan cara yang paling tidak terduga: dari ketinggian, dengan penuh kelembutan teknologi.(Avs)

0 Komentar