Di tengah hiruk-pikuk pembukaan Muktamar XIV Pemuda Persis di Soreang Bandung, Jenderal Listyo Sigit Prabowo tiba-tiba melontarkan pengakuan yang jarang terdengar dari pejabat tinggi kepolisian. Dengan mikrofon di tangan, ia menyatakan bahwa institusi yang dipimpinnya tidak akan pernah sanggup menjaga stabilitas keamanan secara mandiri. Pernyataan ini langsung disambut tepuk tangan panjang dari ratusan kader yang hadir di Hotel Sutan Raja pada Sabtu 25 April 2026.
Sigit menjelaskan bahwa tantangan zaman sekarang terlalu kompleks untuk dihadapi sendirian. Ia tidak bicara tentang musuh yang kasat mata, melainkan tentang arus misinformasi yang menyebar lebih cepat dari virus. Belum lagi praktik kriminal digital yang terus bermutasi seperti narkoba jenis baru dan jebakan kejahatan seksual di ruang maya. Menurutnya, kader Persis yang tersebar di seluruh pelosok bisa menjadi garda terdepan melaporkan setiap kejanggalan yang mereka temui di lingkungan masing-masing.
Lebih jauh, Kapolri menyebut Presiden Prabowo Subianto sedang berada di posisi sulit karena gejolak global yang penuh ketidakpastian. Namun ia optimistis Indonesia akan selamat jika seluruh elemen bangsa bersatu padu seperti saat melawan penjajahan dulu. Ia meminta pemuda Persis untuk tidak hanya menjadi penonton, melainkan aktor yang ikut berkontribusi dalam setiap program nasional yang dicanangkan pemerintah.
Penutup pidato Sigit terasa mengharukan ketika ia mengutip nilai persatuan dalam keberagaman sebagai karunia terbesar bangsa. Ia mengajak seluruh kader yang hadir untuk menjadikan muktamar ini bukan sekadar ajang silaturahmi tahunan, melainkan titik tolak lahirnya gerakan kolaboratif antara Polri dan Pemuda Persis. Tugas besar menanti, dan tidak ada waktu lagi untuk sekadar berdiam diri.(Avs)

0 Komentar