Angka 1.500 bukan sekadar target. Itulah jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang dikejar Polri pada akhir 2026. Di tengah kunjungan Presiden Prabowo ke Tuban untuk panen raya jagung, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo melaporkan progres nyata: 1.376 SPPG telah dikembangkan, 736 di antaranya sudah beroperasi. Sebanyak 172 unit dalam tahap persiapan, dan 468 masih dalam konstruksi, termasuk yang tersebar di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).(Avs)
Yang membedakan program ini adalah pendekatan ekosistem. Irjen Pol. Nurworo Danang, Kasatgas MBG Polri, menjelaskan bahwa setiap SPPG menghubungkan petani lokal, koperasi, dan UMKM dalam rantai pasok yang inklusif. Standar keamanan pangan diterapkan tanpa kompromi: dari sertifikasi halal, laik higiene, uji air, hingga pengawasan ketat oleh Dokkes Polri. Bahkan bahan bakar memasak menggunakan CNG yang lebih efisien dan ramah lingkungan.(Avs)
Polri juga bergerak di hulu. Sebanyak 714 kelompok tani jagung binaan di 42 Polres pada 8 Polda telah menikmati Kredit Usaha Rakyat (KUR) total Rp30,3 miliar untuk pengolahan lahan dan pembelian pupuk. Sementara infrastruktur logistik dikebut: 18 gudang ketahanan pangan sudah berdiri, 10 gudang baru akan dibangun tahun ini, dan satu gudang raksasa berkapasitas 10.000 ton ditargetkan selesai Juni 2026.(Avs)
Ketahanan pangan adalah fondasi peradaban, seperti pesan Presiden Prabowo yang diulang Kapolri. Dengan proyeksi 3,44 juta masyarakat terbantu dan 68.000 tenaga kerja terserap, Polri membuktikan bahwa tugas kepolisian tak melulu soal keamanan. Dari dapur SPPG hingga lahan jagung, dari gudang penyimpanan hingga meja makan, Polri hadir memperkuat kesejahteraan rakyat menuju Indonesia Emas.(Avs)

0 Komentar