Tuban Siap Menyambut Presiden: Panen Raya Jagung Kuartal II Jadi Simbol Kolaborasi Polri dan Petani


Kabupaten Tuban, Jawa Timur, sedang bersolek. Bukan untuk pesta atau hajatan, tetapi untuk menyambut kedatangan Presiden RI Prabowo Subianto dalam agenda Panen Raya Jagung Serentak Kuartal II Tahun 2026. Lokasi yang dipilih adalah Dusun Kedung Sari, Desa Tuwiri Wetan, Kecamatan Merakurak. Sebanyak 629 hektare lahan jagung di Tuban siap dipanen, menjadikan kabupaten ini sebagai salah satu sentra penghasil jagung terbesar di Jawa Timur. Antusiasme petani dan gabungan kelompok tani (Gapoktan) terlihat dari berbagai persiapan yang dilakukan sejak beberapa hari sebelumnya.

Irjen Pol. Anwar, Kasatgas Ketahanan Pangan Polri, menjelaskan bahwa kehadiran Presiden bukan hanya seremoni, tetapi momentum memperkuat komitmen bersama. "Kehadiran Presiden di tengah petani menjadi motivasi besar untuk terus meningkatkan produktivitas dan memperkuat langkah menuju swasembada jagung nasional," ujarnya. Polri sendiri telah melakukan pendampingan intensif kepada petani, mulai dari penyediaan bibit unggul, pupuk presisi, alat pertanian, hingga sinergi dengan kelompok tani melalui Bhabinkamtibmas dan jajaran kewilayahan. Kolaborasi ini diyakini menjadi kunci keberhasilan panen raya.

Dalam kunjungannya nanti, Presiden tidak hanya memanen jagung. Ia juga dijadwalkan meninjau stand booth inovasi ketahanan pangan Polri yang memamerkan berbagai terobosan menarik. Antara lain Stand Pupuk Batu Bara Presisi, Stand Benih Jagung Bhayangkara, Stand Miracle Carbob yang berbahan baku bonggol jagung, hingga Stand SPPG Polri. Presiden juga akan menyaksikan penyerahan Kredit Usaha Rakyat kepada perwakilan kelompok tani oleh Bank Himbara, melakukan groundbreaking 10 Gudang Ketahanan Pangan Polri, serta meresmikan operasional 166 SPPG Polri di 18 provinsi.

Berdasarkan data BPS, produksi jagung nasional tahun 2025 mencapai 16,11 juta ton, sementara kebutuhan nasional 15,64 juta ton, menghasilkan surplus 470 ribu ton. Target tahun 2026 adalah 18 juta ton. "Ketahanan pangan adalah kekuatan bangsa. Saat petani semakin kuat, Indonesia semakin siap mewujudkan kemandirian pangan. Polri akan terus hadir mendampingi masyarakat," tambah Irjen Pol. Anwar. Dari Tuban, panen raya ini menjadi pesan jelas: swasembada bukan mimpi, melainkan hasil kerja nyata yang dipanen bersama.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar