Dari Angka Kecelakaan Turun hingga Tantangan Black Spot, Ini Pesan Kunci Wakapolri untuk Korlantas


Masyarakat mungkin hanya melihat lalu lintas sebagai urusan lampu merah dan tilang. Namun, di balik layar, Rakernis Korlantas 2026 yang dibuka Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo pada Jumat (22/5/2026) menyimpan narasi besar tentang transformasi institusi.

Keberhasilan Operasi Ketupat 2026 menjadi pembuka diskusi yang hangat. Survei Indikator Politik mencatat 85,3 persen warga puas dengan mudik tahun ini, dan kepercayaan publik terhadap Polri melonjak ke angka 63,7 persen.

Namun, di tengah euforia itu, Dedi memilih untuk membawa jajaran kembali ke tanah. Ia mengingatkan bahwa ada penurunan kecelakaan dan korban jiwa yang signifikan, tetapi belum cukup untuk berbesar hati.

Yang lebih penting, kata Dedi, adalah bagaimana mempertahankan tren positif ini melalui digitalisasi layanan yang cepat, transparan, dan terintegrasi. Smart policing bukan sekadar gimik teknologi, melainkan kebutuhan fundamental.

Ia secara gamblang menyebut black spot, trouble spot, hingga kemacetan di kota besar sebagai musuh bersama yang harus ditaklukkan dengan pendekatan berbasis data. Jajaran Korlantas disebutnya sebagai etalase Polri, sehingga setiap tindakan anggota di lapangan akan langsung berdampak pada citra institusi.

Penutup arahannya menjadi penegas: pelayanan humanis dan berintegritas adalah fondasi membangun budaya tertib berlalu lintas yang sesungguhnya.(Avs)

Posting Komentar

0 Komentar