Siapa sangka di balik program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digalakkan Polres Ponorogo Polda Jatim, ada tim medis yang siap menguji setiap menu secara kimiawi? Seksi Kedokteran dan Kesehatan (Sidokkes) dikerahkan untuk memastikan makanan dan minuman di Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) benar-benar layak konsumsi. Pemeriksaan dilakukan dengan cermat, bukan sekadar melihat kebersihan visual, melainkan melalui uji laboratorium sederhana. Hasilnya, tidak ada makanan yang lolos sebelum dinyatakan aman dari zat berbahaya.
AKBP Andin Wisnu Sudibyo, Kapolres Ponorogo, dengan tegas menyatakan bahwa standar kelayakan adalah harga mati dalam program ini. Dalam keterangannya pada Kamis (14/5/26), beliau menggarisbawahi bahwa seluruh makanan dan minuman harus dipastikan aman dikonsumsi oleh penerima manfaat. Tim Sidokkes pun bergerak cepat, mengambil sampel dari setiap batch makanan sebelum didistribusikan. Mereka menggunakan alat uji kimiawi untuk mendeteksi kemungkinan kontaminasi yang membahayakan tubuh.
Tidak cukup sekali, pemeriksaan food safety ini dijadwalkan secara berkala sebagai bentuk pengawasan ketat Polres Ponorogo. AKBP Andin Wisnu Sudibyo menambahkan bahwa langkah periodik ini untuk menjaga kualitas makanan agar tetap aman dan sehat sepanjang waktu. Setiap SPPG harus siap menerima kunjungan tim Sidokkes kapan saja, sehingga tidak ada celah untuk kelalaian. Dengan cara ini, Polres Ponorogo memastikan bahwa program MBG tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga menyehatkan.
Sebagai informasi, Polres Ponorogo Polda Jatim saat ini memiliki tiga SPPG yang tersebar di tiga titik strategis. SPPG Polres Ponorogo 1 terletak di Desa Gelangkulon, Kecamatan Sampung, sementara SPPG Polres Ponorogo 2 berada di Desa Demangan, Kecamatan Siman. Adapun SPPG Polres Ponorogo 3 berdiri di Kelurahan Purbosuman, melengkapi jangkauan distribusi makanan sehat. Kehadiran Sidokkes di ketiga lokasi ini menjadi jaminan bahwa makanan bergizi gratis benar-benar aman dari hulu ke hilir.(Avs)

0 Komentar